<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97805">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI PADA LAPISAN TANAH PASIR JENUH DI BAWAH JEMBATAN KUALA MEURISI CALANG - ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADJI PANGESTU DWI PUTRA SYAH ALAM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Likuifaksi adalah proses perubahan kondisi tanah pasir yang jenuh air menjadi cair akibat bertambahnya tekanan air pori yang nilainya menjadi sama dengan tekanan total yang disebabkan oleh beban dinamik, sehingga tekanan efektif tanahnya menjadi nol. Gempa bumi merupakan salah satu peristiwa yang dapat menyebabkan terjadinya likuifaksi. Provinsi Aceh merupakan daerah pertemuan dari dua plat tektonik, yakni lempeng tektonik dasar laut (subduksi), dan lempeng tektonik darat seperti patahan Sumatra, patahan-patahan lokal, dan gunung api Seulawah, sehingga efek gempa bumi menjadi salah satu beban seismik yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan proyek konstruksi di Provinsi Aceh. Objek yang menjadi tinjauan dalam penelitian ini yaitu proyek rehabilitasi Jembatan Kuala Meurisi Kabupaten Aceh Jaya pada koordinat 4o37’13” LU dan 95o36’40” BT, dengan jarak 154 km dari titik 0 km Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi terjadinya likuifaksi terhadap pembebanan cyclic pada lapisan tanah pasir yang jenuh air. Potensi likuifaksi dihitung menggunakan nilai Cyclic Stress Ratio (CSR) dan Cyclic Resistance Ratio (CRR) serta metode Kishida (1969) dan Castro (1975). Magnitudo gempa yang direncanakan yaitu sebesar 5 SR, 7,6 SR, dan 9,3 SR. Data yang digunakan untuk menganalisis potensi likuifaksi ini merupakan data lapangan hasil pengujian boring log dan data parameter gempa dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Mata Ie, Banda Aceh. Berdasarkan hasil perhitungan analisis potensi likuifaksi didapatkan adanya potensi likuifaksi pada lapisan tanah dengan kedalaman 2,45 m – 6,45 m dan 24,45 m – 26,45 m terhadap besaran Magnitudo 5 SR, 7,6 SR, dan 9,3 SR. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya potensi likuifaksi pada masing-masing kedalaman tanah dangkal dan dalam.&#13;
&#13;
Kata kunci: likuifaksi, Kishida (1969), Castro (1975), Cyclic Stress Ratio (CSR), Cyclic Resistance Ratio (CRR), gempa bumi, pembebanan cyclic&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97805</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-03 13:00:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-03 14:52:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>