<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97779">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DOKTER GIGI MUDA DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS SYIAH KUALA TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITTI MULYA RAHMATUNNISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu golongan obat yang paling sering diresepkan oleh dokter, termasuk dokter gigi adalah golongan obat antibiotik. Antibiotik harus digunakan dengan benar untuk menghindari terjadinya resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik adalah hilangnya kepekaan bakteri terhadap kerja dari antibiotik karena digunakan secara tidak tepat dalam pengobatan. Resistensi dapat mengakibatkan infeksi semakin parah dan sulit diobati akibat bakteri penyebab terjadinya infeksi tersebut tidak merespon terhadap antibiotik yang diberikan. Tingkat kejadian resistensi bakteri terhadap antibiotik telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan di seluruh dunia karena banyak kasus kematian yang terjadi akibat resistensi antibiotik. Dokter gigi memiliki peran penting dalam meresepkan antibiotik yang baik dan benar untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Selain itu, dokter gigi juga dapat berperan untuk memberikan edukasi penggunaan antibiotik kepada masyarakat. Oleh karena itu, keterampilan dan pengetahuan diperlukan selama menjadi dokter gigi muda untuk menghindari kesalahan dalam meresepkan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dokter gigi muda di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Syiah Kuala terhadap penggunaan antibiotik. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cara mengisi kuesioner secara online melalui Google Form. Total subjek dalam penelitian ini sebanyak 70 subjek. Dari hasil penelitian ini, diperoleh bahwa mayoritas subjek pada penelitian ini memiliki pengetahuan yang baik terhadap penggunaan  antibiotik, yaitu sebanyak 46 orang (65,7%). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dokter gigi muda di Rumah Sakit Gigi dan Mulut terhadap penggunaan antibiotik adalah 79,8 % dengan kategori baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DENTIST</topic>
 </subject>
 <classification>617.609 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97779</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-02 21:14:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-05 11:13:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>