<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97775">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO LINGKUNGAN KERJA PADA PROSES PRODUKSI TEMPE MEGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT AND RISK CONTROL (HIRARC)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUNIRA SILVIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>CV Soya Aulia Aceh Besar merupakan sebuah usaha yang bergerak pada bidang produksi Tempe. Dalam peroses produksi yang dilakukan, perusahaan ini belum menerapkan sistem manajemen K3 yang baik dan belum memiliki Standard Operating Procedure (SOP) kerja yang seharusnya diterapkan pada setiap perusahaan. Bahaya dan risiko kerja merupakan hal yang sangat berkaitan erat dengan aktivitas kerja yang menyebabkan potensi cedera ringan hingga cedera berat terhadap tenaga pekerja. Hasil observasi menunjukkan bahwa kecelakaan kerja seperti terpeleset sering terjadi karena lantai yang licin, kebisingan serta penyakit akibat kerja seperti reaksi tubuh berupa rasa kaku, rasa nyeri, serta rasa tidak nyaman pada saat bekerja. Oleh karena itu dibutuhkan penanggulangan dalam bentuk rekomendasi pengendalian agar dapat meminimalisir terjadinya risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan metode HIRARC, yang bertujuan untuk meminimalisir risiko dengan melakukan rekomendasi pengendalian. Beberapa parameter penting untuk meminimalisir risiko pada metode HIRARC adalah nilai severity dan nilai likelihood. Parameter tersebut dapat diperoleh dari kuesioner dan pengamatan langsung, sehingga dapat mengetahui tingkat risiko yang terjadi pada suatu aktivitas kerja. Pada penelitian ini terdapat 22 potensi risiko yang dapat terjadi dengan 41% tingkat risiko high, 27% risiko medium, dan 32% risiko low. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode HIRARC dapat digunakan untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko apa saja yang dapat terjadi di sebuah perusahaan, tingkat risiko kecelakaan kerja, dan bagaimana pengendalian terhadap risiko dilakukan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97775</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-02 16:37:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-03 09:38:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>