<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97750">
 <titleInfo>
  <title>KAPASITAS GESER BALOK PROFIL I FERRO FOAM CONCRETE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nanda Mahathir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik S2</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan dari pada beton pada umumnya. Salah satu jenis beton ringan adalah beton busa (foam concrete). Provinsi Aceh merupakan salah salah satu provinsi yang rawan gempa bumi. Material ferro foam concrete merupakan suatu alternatif dalam mereduksi resiko yang akan terjadi akibat gempa bumi. Ferro Foam Concrete adalah material yang terbuat dari kombinasi antara wiremesh dan beton busa. Keuntungan dari bahan ini selain kemampuannya yang tinggi dalam memikul beban, beratnya ringan, dan mudah diproduksi. Penelitian tentang Profil Canal (C) dikonfigurasi ke I dengan menggunakan bahan beton busa (ferro foam concrete) pernah dilakukan oleh Afifuddin dkk (2013-2014). Dari hasil penelitian tersebut ditemukan kelemahan dari gelagar jenis ini, gelagar mengalami kegagalan lentur saat pengujian dilakukan, karena adanya penggabungan dua buah profil C, maka kemampuan gelagar sebagai profil I tidak sepenuhnya tercapai. Ini disebabkan karena ukuran sayap yang diperhitungkan sebagai bagian yang menyatu pada profil I, tidak sepenuhnya dicapai. Sehingga dari permasalahan ini penulis ingin melakukan penelitian lanjutan tentang material ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas geser dalam menerima beban. Benda uji yang akan dibuat adalah profil I berjumlah 3 benda uji. BU 1 Lebar 225 mm, tinggi 450 mm, tebal 90 mm, dan 3 lapis wiremesh. BU 2 Lebar 225 mm, tinggi 450 mm, tebal 90 mm, dan 4 lapis wiremesh. BU 3 Lebar 300 mm, tinggi            600 mm, tebal 120 mm, dan 4 lapis wiremesh. Penulangan benda uji menggunakan     D8 mm dan D13 mm (baja ulir). SG 1,6 dengan FAS 0,4 dan pozzolan sebesar 10%. Hasil penelitian kapasitas geser profil I 450-225-90-3L dari hasil laboratorium      11,855 ton, dan dari teoritis didapat 12,007 ton. Untuk profil I 450-225-90-4L hasil laboratorium kapasitas gesernya 12,730 ton, sedang hasil teoritisnya 13,394 ton, dan kapasitas geser untuk profil I 600-300-120-4L hasil laboratorium sebesar 21,150 ton dan berdasarkan teoritis 24,462 ton.&#13;
&#13;
Kata Kunci :  ferro foam concrete, Profil I, wiremesh. Gelagar</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97750</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-02 11:35:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-02 11:44:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>