<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97715">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN DAN PERBANDINGAN STATUS GIZI LANSIA YANG TINGGAL DI WILAYAH PUSKESMAS ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH DENGAN PUSKESMAS BAITUSSALAM ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Adha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Status gizi adalah keadaan keseimbangan antara jumlah zat gizi dalam makanan dengan kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh metabolism tubuh. Lansia yang tinggal di daerah perkotaan dinilai cenderung memiliki status gizi yang lebih baik dibandingkan dengan lansia yang tinggal di pedesaan dikarenakan faktor kualitas hidup yang menjadikan pemenuhan nutrisi tidak terpenuhi secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dan perbandingan status gizi lansia yang tinggal di wilayah puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh dengan puskesmas Baitussalam Aceh Besar. Total sampel pada penelitian 76 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di Puskesmas Ulee Kareng dan Puskesmas Baitussalam sejak 06 oktober - 22 November 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Mini Nutritional Assessment (MNA) melalui wawancara, pengukuran LILA dan lingkar betis. Hasil penelitian menunjukkan status gizi lansia yang tinggal di daerah perkotaan lebih rendah mengalami risiko malnutrisi (21,1%) dibandingkan lansia di pedesaan (36,8%). Pada uji statistik Chi Square didapatkan adanya  hubungan antara status gizi lansia yang tinggal di wilayah Puskesmas Ulee Kareng  Kota Banda Aceh Dengan Puskesmas Baitussalam Aceh Besar (p=0.044), dan melalui uji  Mann Whitney U didapatkan adanya perbandingan antara status gizi lansia yang tinggal di wilayah Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh Dengan Puskesmas Baitussalam Aceh Besar (p=0.021).&#13;
Kata kunci : Status gizi, Lansia, Perkotaan, Pedesaan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97715</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-31 13:59:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-31 15:00:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>