<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97705">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MIKROMEKANIK PADA KONDISI ANTARMUKA KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT TYPHA SPP. MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAJAR RAHMAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan serat alam sebagai penguat dalam material komposit terus dikembangkan oleh para peneliti untuk memaksimalkan potensi serat alam sebagai alternatif pengganti serat sintetik. Serat Typha spp. merupakan salah satu tumbuhan yang mana serat dari tumbuhan ini dapat digunakan sebagai penguat dalam material komposit. Salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan komposit berpenguat serat adalah ikatan antarmuka antara serat-matriks. Analisis mikromekanik merupakan analisis dimana sifat mekanik dari bahan komposit dianalisis berdasarkan sifat individu serat dan matriks. Sifat mekanik komposit berpenguat serat sulit untuk dianalisis dengan metode eksperimen sehingga dilakukan dengan metode numerik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodelkan dan menganalisis kondisi antarmuka serat-matriks pada komposit berpenguat serat Typha spp. Analisis dilakukan dengan menggunakan software ABAQUS CAE 6.14. Komposit dimodelkan 3 dimensi dalam skala unit cell, cohesive zone model digunakan untuk merepresentasikan kondisi antarmuka serat dan matriks, model kontak tie constraint sebagai kontak yang mengikat antara cohesive dengan serat dan cohesive dengan matriks. Hasil analisis yang dilakukan dengan metode elemen hingga menunjukkan nilai tegangan von-mises tertinggi pada lapisan cohesive (antarmuka serat dan matriks) untuk variasi diameter serat,  yaitu sebesar 5,14 x 10-6 Pa. diameter serat 1 mm, 9,88 x 10-7 Pa. diameter serat 2 mm, dan terendah yaitu 8,96 x 10-7 Pa. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa semakin besar diameter maka akan semakin kecil tegangan yang terjadi di cohesive. Nilai tegangan von-mises tertinggi pada lapisan cohesive untuk variasi arah pembebanan terjadi pada model mikromekanik dengan arah pembebanan searah Y dengan nilai tegangan 579 Pa., kemudian disusul dengan arah pembebanan searah X dengan nilai tegangan 573 Pa., dan terakhir terkecil pada lapisan cohesive dengan arah pembebanan searah Z dengan nilai tegangan 8,78 x 10-7 Pa</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97705</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-31 11:47:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-31 12:00:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>