<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97686">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) BACKPROPAGATION DALAM PREDIKSI INDEKS KOVATS SENYAWA ESSENTIAL OIL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aulia Al-Jihad Safhadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA - Informatika</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indeks retensi kovats dari 340 dataset senyawa essential oil memiliki 5 deskriptor molekular yang optimal yaitu ATSc1, VCH-7, SP-1, Kier1, dan MLogP. Deskriptor molekular ini akan digunakan untuk memprediksi indeks retensi kovats dari senyawa essential oil menggunakan bahasa pemograman Python dan metode Artificial Neural Network (ANN) Backpropagation. Pengujian dilakukan untuk mencari 5 parameter terbaik untuk membentuk model yang paling optimal. Parameter yang dicari adalah pengujian jumlah epoch, pengujian learning rate, pengujian jumlah data latih dan data uji, pengujian jumlah unit node pada lapisan tersembunyi (hidden layer) dan pengujian fungsi aktivasi. Setiap pengujian akan dilakukan 5 kali percobaan untuk mendapatkan rata-rata tingkat akurasi yang paling optimal. Dari hasil pengujian didapatkan parameter yang paling optimal yaitu jumlah epoch 150, learning rate 0,05, jumlah data latih sebesar 80%, jumlah data uji sebesar 20%, jumlah unit node pada lapisan tersembunyi (hidden layer) sebanyak 50 node dan fungsi aktivasi yang digunakan adalah ReLU. Parameter tersebut membentuk model paling optimal yang akan menghasilkan hasil prediksi indeks retensi kovats dengan RMSE sebesar 58,776 dan R2 sebesar 0,953. Rata-rata perbedaan antara nilai aktual dan hasil prediksi indeks retensi kovats pada data uji adalah 4%. Dari hasil yang didapatkan diketahui bahwa metode Artificial Neural Network (ANN) Backpropagation dapat dijadikan salah satu metode untuk memprediksi indeks retensi kovats.&#13;
&#13;
Kata kunci: indeks retensi kovats, artificial neural network, backpropagation, deskriptor molekular.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>NEURAL NETWORKS (COMPUTER SCIENCE)</topic>
 </subject>
 <classification>006.32</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97686</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-29 15:55:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-31 10:24:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>