<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97682">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JUNITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengindetifikasi aktivitas termal pada kawasan Gunung Api Jaboi menggunakan citra Landsat 7 Enhanced Thematic Mapper Plus (ETM+) dan Landsat 8 Operational Land Imager/Thermal Infrared Sensor (OLI/TIRS) dari tahun 2000 hingga 2019. Aktivitas termal diidentifikasi berdasarkan karakteristik indeks vegetasi atau Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Land Surface Temperature (LST), Radiative Heat Flux (RHF), Radiative Heat Loss (RHL) dan Heat Discharge Rate (HDR) yang diekstrak dari citra Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS khususnya band red, band Near Infrared (NIR) dan band  thermal infrared (TIR). Sebaran vegetasi (NDVI) secara umum terus mengalami peningkatan sejak tahun 2000 sampai tahun 2017 dan mengalami penurunan di tahun 2019 pada kisaran nilai -0,31 hingga 0,63. Suhu permukaan tanah (LST) kawasan Gunung Api Jaboi berubah secara tidak teratur dari tahun 2000 sampai tahun 2019 dengan nilai antara 17°C hingga 30°C. HDR tertinggi diperoleh pada tahun 2002 senilai 89,7 kWe, dan terendah pada tahun 2017 dengan nilai 66,6 kWe. Secara keseluruhan total kehilangan panas menurun dari 2013 hingga 2017. Hasil analisis distribusi spasial HDR, NDVI dan LST pada kawasan Gunung Api Jaboi menunjukkan bahwa Kawah Empat dan Kawah Dua merupakan area dengan aktivitas termal yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode penginderaan jauh menggunakan citra Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS berkelanjutan adalah metode yang efektif untuk memantau dan mengidentifikasi aktivitas termal gunung api.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Aktivitas termal, Jaboi, LST, NDVI, HDR, Citra Landsat&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>THERMAL ANALYSIS</topic>
 </subject>
 <classification>343.26</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97682</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-28 21:19:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-31 10:56:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>