INFRASTRUKTUR KOTA JANTHO 1979-2020 (SUATU KAJIAN HISTORIS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

INFRASTRUKTUR KOTA JANTHO 1979-2020 (SUATU KAJIAN HISTORIS)


Pengarang

KHAIRULLAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Drs. Mawardi, M.Hum., - 196803281993031001 - - - Dosen Pembimbing I
T. Bahagia Kesuma - 198906262019031014 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1606101020042

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fkip Pendidikan Sejarah., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

900

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata Kunci: kajian sejarah kota, infrastruktur, Kota Jantho
Kota Jantho merupakan salah satu kota administratif yang direncanakan menjadi pusat pertumbuhan baru (growth pole) di Provinsi Aceh, namun sampai sekarang Kota Jantho belum mampu menjalankan perannya sebagai growth pole. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan latar belakang penetapan Kemukiman Janthoi sebagai Ibukota Kabupaten Aceh Besar; (2) mendeskripsikan proses pembangunan awal dan lanjutan infrastruktur Kota Jantho 1979-2020; dan (3) mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan perkembangan Kota Jantho menjadi pusat pertumbuhan baru. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dipadukan dengan metode sejarah. Adapun teknik penggumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah (1) penetapan Kemukiman Janthoi sebagai Ibukota Kabupaten Aceh Besar dikarenakan letaknya yang dianggap strategis bagi pengembangan wilayah dan memiliki daerah belakang yang sangat potensial; (2) pembangunan awal berupa pembangunan infrastruktur pokok kota, seperti gedung pemerintahan, jalan, kantor pos, masjid, jaringan listrik, jaringan telepon dan sarana lain untuk keperluan pusat pemerintahan. Pembangunan lanjutan berupa pembangunan infrastruktur pendukung kota, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, olahraga, perumahan, dan fasilitas ekonomi; (3) ada beberapa faktor penyabab Kota Jantho gagal berkembang yaitu letaknya yang berlawanan dengan pusat pertumbuhan lainnya di Kabupaten Aceh Besar, hanya berfungsi tunggal sebagai pusat administrasi, tidak memiliki latar historis yang panjang, tidak terjadinya interaksi dengan wilayah belakang (hinterland), konflik bersenjata di Aceh, dan pembangunan tidak berkelanjutan.

Keywords: city history study, infrastructure, Jantho City. Jantho City is one of the administrative cities that is planned to become a new growth center (growth pole) in Aceh Province, but until now Jantho City has not been able to carry out its role as a growth pole. This study aims to (1) describe the background of the determination of the Janthoi Settlement as the Capital of Aceh Besar District; (2) describe the initial and continued development process of Jantho City infrastructure 1979-2020; and (3) identify the factors causing the failure of the development of Jantho City to become a new growth center. This research uses a qualitative approach combined with historical methods. The data collection techniques were carried out by means of documentation, literature study and interviews. The results of this study are (1) the determination of Janthoi Settlement as the Capital of Aceh Besar Regency due to its strategic location for regional development and has a very potential back area; (2) initial development in the form of construction of basic city infrastructure, such as government buildings, roads, post offices, mosques, electricity networks, telephone networks and other facilities for the purposes of the central government. Continued development in the form of supporting urban infrastructure, such as education, health, sports, housing, and economic facilities; (3) there are several factors that have caused Jantho City to fail to develop, namely its location opposite to other growth centers in Aceh Besar District, only functioning singly as an administrative center, does not have a long historical background, no interaction with hinterlands, armed conflict in Aceh, and unsustainable development.

Citation



    SERVICES DESK