<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97578">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN LAMA RAWATAN ANTARA PEMBERIAN AZITROMISIN DAN LEVOFLOKSASIN PADA PASIEN COVID-19 DENGAN PNEUMONIA DI RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Titik Aprianti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Sindrome Coronavirus-2) yang memiliki gejala klinis demam (&gt;380C), batuk dan kesulitan bernapas. Pengobatan khusus terhadap penyakit baru ini terus diteliti dan dikembangkan. Salah satu pertimbangan pemberian obat yang disarankan adalah pemberian antibiotik azitromisin dan levofloksasin. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui perbandingan lama rawatan antara pemberian azitromisin dan levofloksasin pada pasien COVID-19 dengan tanda klinis pneumonia di RSUDZA. Penelitian ini melibatkan 194 pasien COVID-19 yang di rawat inap di RSUDZA derajat keparahan sedang dan berat. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien yaitu lama rawatan dan terapi antibiotik. Hasil penelitian ini didapatkan umumnya antibiotik yang diberikan pada pasien adalah azitromisin 157 pasien (80,9%) dan levofloksasin 37 pasien (19,1%). Rata-rata lama rawatan pada kelompok derajat keparahan sedang dan berat yang mendapatkan terapi azitromisin yaitu 8 hari sedangkan levofloksasin pada derajat keparahan sedang adalah 6 hari dan derajat keparahan berat 8 hari. Berdasarkan Uji Independent sample t-test pada derajat keparahan sedang menunjukkan nilai p-Value= 0,015 (p-Value 0.05). Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pada derajat sedang terdapat perbedaan lama rawatan levofloksasin 2 hari lebih singkat daripada azitromisin. Namun, pada derajat berat menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dalam lama rawatan antara pemberian azitromisin dan levofloksasin pada pasien COVID-19 dengan klinis pneumonia di RSUDZA.&#13;
Kata Kunci : COVID-19, Azitromisin, Levofloksasin, Lama rawatan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PNEUMONIA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>VIRUS DISEASES - HUMANS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.241</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97578</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-27 10:37:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-27 10:59:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>