<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97552">
 <titleInfo>
  <title>DISTRIBUSI KARAKTERISTIK PENDERITA MORBUS HANSEN DI PROVINSI ACEH  PADA  TAHUN 2015-2020</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALSABILA PUTRI FANNI POHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Morbus Hansen atau kusta adalah penyakit infeksius yang menular melalui droplet, udara, dan cairan penderita yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, serta bakteri ini lebih banyak menyerang sistem saraf dan kulit. Morbus Hansen merupakan salah satu bagian dari penyakit Neglected Tropical Disease (Penyakit Tropis yang Terabaikan) yang masih menjadi fokus WHO hingga saat ini. Morbus Hansen berdasarkan tipe WHO terbagi atas dua kategori, yaitu tipe Multi Basiler dan tipe Pausi Basiler.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi penderita Morbus Hansen berdasarkan jenis kelamin, rerata usia, tipe Morbus Hansen berdasarkan klasifikasi WHO, distribusi penyakit setiap daerah Kabupaten/Kota, serta berdasarkan tingkat kecacatan penderita Morbus Hansen pada tahun 2015-2020 di Provinsi Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita Morbus Hansen di daerah Provinsi Aceh dari tahun 2015 hingga 2020 yang terdata dalam Profil Kesehatan Provinsi Aceh. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita Morbus Hansen lebih banyak diderita oleh laki-laki dengan jumlah tertinggi pada tahun 2016 sebanyak 483 orang,  rerata usia penderita Morbus Hansen lebih dominan pada penderita usia di atas 15 tahun dengan penderita tertinggi pada tahun 2016 mencapai 755 kasus, Multi Basiler merupakan tipe Morbus Hansen yang paling banyak terjadi di Provinsi Aceh dengan kasus tertinggi tahun 2016 mencapai 525 kasus, kasus tertinggi Morbus Hansen di Provinsi Aceh terjadi pada Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya pada tahun 2016 dengan kasus mencapai 200 orang, serta berdasarkan tingkat kecacatan penderita Morbus Hansen lebih banyak menderita MH cacat tingkat 0 hingga 1.  Kesimpulan penelitian ini yaitu Penderita laki-laki lebih banyak daripada perempuan, dengan rerata usia penderita lebih banyak terjadi pada usia 15 tahun ke atas, tipe Multi Basiler lebih banyak ditemui di Provinsi Aceh,  daerah dengan kasus Morbus Hansen tertinggi di Provinsi Aceh yaitu Kabupaten Pidie dan terendah yaitu Kota Sabang dan Subulussalam, serta penderita Morbus Hansen dengan cacat tingkat 0 hingga 1 lebih sering dijumpai di Provinsi Aceh pada tahun 2015 hingga tahun 2020.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Morbus Hansen, jenis kelamin, usia, tipe Morbus Hansen berdasarkan WHO, Tingkat Kecacatan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LEPROSY - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.998</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97552</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-26 14:11:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-13 15:36:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>