<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97549">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TRANSCEIVER TIDAK IDEAL TERHADAP KETERBATASAN KINERJA SISTEM KOMUNIKASI KOOPERATIF MULTI-HOP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maulindawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sistem komunikasi kooperatif pada jaringan nirkabel merupakan topik penelitian&#13;
yang sedang hangat di bidang telekomunikasi saat ini. Hal ini disebabkan&#13;
keunggulannya dalam memperluas area cakupan, dan kualitas layanan. Secara&#13;
umum, penelitian tentang sistem komunikasi kooperatif hanya mempertimbangkan&#13;
sifat transceiver (pemancar/penerima) yang ideal. Akan tetapi pada praktiknya,&#13;
suatu transceiver memiliki sifat ketidak-idealan (hardware impairment) berupa&#13;
distorsi, ateunuasi dan noise yang menyebabkan penurunan kinerja sistem. Distorsi&#13;
pada tranceiver yang tidak ideal dapat disebabkan oleh salah satu atau lebih dari&#13;
ketiga faktor berikut yaitu: derau fasa (phase noise), ketidakseimbangan In-phase&#13;
and Quadrature (I/Q) atau  disebut dengan I/Q imbalance, dan High Power&#13;
Amplifier (HPA). Penelitian ini menganalisis pengaruh ketidak-idealan transceiver&#13;
yang disebabkan oleh ketiga faktor di atas terhadap keterbatasan kinerja sistem&#13;
komunikasi kooperatif multi-hop dengan protokol Amplify-and-Forward (AF) dan&#13;
Decode and Forward (DF) melalui kanal Nakagami-m. Kinerja dianalisis dengan&#13;
menggunakan parameter outage probability, throughput, dan Error Vector&#13;
Magnitude (EVM) sebagai parameter untuk menentukan batasan dasar kinerja.&#13;
Hasil simulasi menunjukkan kinerja dari sistem komunikasi kooperatif multi-hop&#13;
berupa outage probability dan throughput dengan transceiver tidak ideal, dapat&#13;
ditingkatkan dengan menambahkan jumlah hop menggunakan protokol AF, dengan&#13;
gain kanal yang bervariasi (variable gain). Selain itu, hasil simulasi menunjukkan&#13;
keterbatasan kinerja dari sistem komunikasi kooperatif dibatasi oleh level&#13;
impairment berupa nilai EVM yang ada pada transceiver. &#13;
&#13;
Kata kunci: Sistem komunikasi kooperatif, Multi-hop, Impairment, Transceiver&#13;
tidak ideal, AF, DF, EVM.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>NETWORK PROTOCOLS - COMMUNICATION ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.382 12</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97549</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-26 11:41:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-26 14:48:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>