<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97539">
 <titleInfo>
  <title>PROTOTIPE SISTEM MONITORING CAIRAN CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD) PADA PASIEN GAGAL GINJAL BERBASIS IOT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Nur Kamila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Abstrak- Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) merupakan salah satu metode cuci darah yang digunakan untuk pasien gagal ginjal. Proses CAPD ini dilakukan secara rutin sebanyak 3 sampai 4 kali dalam sehari dalam waktu 24 jam. Pada umumnya, pasien CAPD perlu melakukan pencatatan secara manual pada buku logbook. Buku logbook tersebut berisikan durasi waktu yang diperlukan oleh pasien dan dilengkapi dengan data berupa berat cairan  yang dikeluarkan oleh pasien. Penggantian CAPD secara tidak teratur dapat mengakibatkan pembengkakan pada tubuh pasien. Monitoring penggantian cairan yang dilakukan secara manual dianggap kurang efisien dalam memantau pasien yang tinggal jarak jauh dari rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendesain sistem monitoring penggantian cairan CAPD yang terhubung dengan internet. Sistem monitoring  CAPD ini menggunakan sensor load cell, tombol push button dan Liquid Crystal Display (LCD). Hasil dari monitoring akan dikirimkan melalui mikrokontroler ESP8266 yang terintegrasi dengan aplikasi blynk pada smartphone dengan konsep Internet of Things (IoT). Sehingga prototipe ini dapat memberikan informasi secara real time yang divisualisasikan dengan data excel dalam format CSV kepada tenaga kesehatan. Dengan demikian, dokter dapat memantau waktu dan berat cairan yang dikeluarkan secara langsung tanpa harus konsultasi secara langsung ke rumah sakit. Dari hasil pengujian ini, prototipe ini mampu mengirimkan perubahan data cairan per menit dan akurasi pengukuran dari sensor load cell sebesar 98%.  &#13;
	&#13;
Kata kunci: CAPD, Monitoring, Internet of Things.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97539</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-26 10:04:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-26 10:43:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>