<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97528">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KEBOCORAN MIKRO ANTARA MATERIAL RESTORASI GIC DAN BIOAKTIF PADA KAVITAS KELAS V G.V BLACK MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lukiya Salsabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebocoran mikro merupakan celah yang terbentuk antara permukaan struktur gigi dan material restorasi. Akibatnya bakteri, produk bakteri, cairan, molekul atau ion dari lingkungan sekitar akan masuk melalui celah tersebut yang secara klinis bermanifestasi menjadi diskolorasi marginal, kerusakan pada tepi restorasi, dan iritasi atau inflamasi pada pulpa atau terbentuknya karies sekunder. Kebocoran mikro merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan jangka panjang suatu material restorasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ukuran kebocoran mikro secara in-vitro pada material GIC (Fuji IX Kapsul)  dan bioaktif (ACTIVATM) pada kavitas kelas V berdasarkan klasifikasi G.V Black dengan durasi 1 hari, 7 hari, dan 30 hari polimerisasi. Sebanyak 6 Gigi premolar dipreparasi membentuk kavitas kelas V klasifikasi G.V Black dengan rincian kavitas 3mm x 2mm x 2mm (panjang mesio-distal 3 mm, lebar gingivo-oklusal 2 mm, dan kedalaman buko-lingual 2 mm). Penumpatan dilakukan dengan material GIC (kelompok A) dan material bioaktif (kelompok B). Pengkondisian spesimen seperti di dalam rongga mulut dengan suhu 37°C dalam keadaan lembab selama 1, 7, dan 30 hari polimerisasi. Spesimen diberikan 2 lapis cat kuku dan direndam menggunakan methylene blue 2% selama 24 jam. Kemudian spesimen dibelah menjadi dua secara longitudinal dengan menggunakan carborandum disc disertai dengan irigasi. Pengamatan dilakukan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM) pada perbesaran 15x dan 30x. Hasilnya terlihat bahwa rata-rata ukuran kebocoran mikro paling tinggi pada material bioaktif di durasi 1 hari polimerisasi (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97528</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-26 00:26:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-26 08:50:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>