<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97519">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINGKAT RISIKO KONFLIK HARIMAU (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE) DENGAN MANUSIA SERTA MITIGASINYA DI DAS KLUET KECAMATAN KLUET TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FEBY AULIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konflik Harimau (Panthera tigris sumatrae) dengan manusia di Kawasan Hutan Lindung khususnya Aceh akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Kondisi ini menimbulkan ancaman risiko bagi masyarakat di DAS Kluet Kecamatan Kluet Timur. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui tingkat risiko konflik harimau dengan manusia dan (2) untuk mengetahui mitigasi yang dilakukan di Desa Kecamatan Kluet Timur. Metode yang digunakan yaitu observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling. Pendekatan penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus kebencanaan (gangguan), rumus persentase, dan rumus kriteria kategorisasi. Hasil pada penelitian ini adalah tingkat risiko tinggi pada Desa Durian Kawan (78.11%) dan Desa Lawe Sawah (81.59%), sedangkan tingkat risiko sedang pada Desa Paya Dapur (56.84%). Mitigasi yang dilakukan masyarakat masih kurang efektif dan perlu dilakukan mitigasi lanjutan sesuai standar Departemen Kehutanan. Simpulan penelitian ini adalah tingkat risiko konflik Harimau dengan manusia yang terjadi di Desa Durian Kawan dan Lawe Sawah termasuk kategori tinggi, sedangkan Desa Paya Dapur termasuk kategori sedang, dan mitigasi yang dilakukan masyarakat yaitu menggunakan alat pertahanan diri seperti parang, bambu, ambong (sejenis ransel), pelaporan jika terjadi insiden, mengandangkan hewan ternak, memiliki riwayat kedekatan dengan harimau berdasarkan kearifan lokal, ajakan petua kampung hidup berdampingan dengan harimau, dan mengurangi mengambil ahli fungsi kawasan hutan secara besar-besaran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97519</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-25 16:09:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-25 16:20:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>