<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97506">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI  SENYAWA PASIR MAGNET DI LAMPANAH (ACEH BESAR) DENGAN MENGGUNAKAN  XRD-GSAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Susi Fatmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah  dilakukan   penelitian   identifikasi  senyawa  pasir  magnet  di  Lampanah (Aceh  Besar)  dengan   menggunakan  XRD-GSAS   dengan  tujuan  untuk  mengetahui senyawa   dan   fraksi  berat   dari  mineral-mineral  yang  terdapat   pada   pasir   magnet tersebut.   Metode  yang  digunakan   untuk  pembuatan   sampel  adalah  proses  separasi magnetik  dengan  magnet   batang,  kemudian  dihaluskan  dan  diayak  dengan  ayakan berukuran  60, 230 dan  325 mesh.  Penentuan  kandungan  mineral  dan fraksi berat dari setiap  senyawa  yang  terkandung dalam  sampel dilakukan  dengan  karakterisasi XRF, XRD dan software  GSAS  (General Structure  Analysis System). Hasil pengujian XRF setelah  separasi magnetik  (tanpa  sintering) menunjukkan  bahwa  sampel mengandung unsur-unsur  seperti  Mg,  Al,   si,  P,  Ca,  Ti,  Cr.  dan   Fe.  Namun   demikian   yang memiliki  kandungan  terrtinggi  adalah  Fe dengan  rtilai  80.8399%  dan Ti  dengan  nilai&#13;
7.7016%.   Berdasarkan   hasil    pencocokan    dengan    menggunakan  PCPDF    WIN terhadap  hasil  pengujian dengan  XRD  pada  sampel  tersebut  diperoleh  tiga  senyawa yaitu   Fe0,  Fe»0¢.  dan   FeTi0,.  Pada   ukuran   butiran   120,  230  dan   325   mesh diperoleh  tiga  senyawa  yaitu Fe»O  FeTio, dan FeTiO, untuk sampel  yang  disinter selama  1,5  dan 2,5 jam dan kembali  menjadi  Fe0, Fe,0. dan  FeTi0  ketika disinter selarna  3,5 jam.  Hasil  perhitungan dengan  GSAS  menunjukkan  bahwa  fraksi  berat maksimum   diperoleh  pada  senyawa Fe0 dengan  waktu  penahanan   (sintering) 2.5 jam,  dimana  diperoleh  konsentrasi maksimumnya adalah sebesar  98,993  %wt dengan ukuran butir 60 mesh&#13;
&#13;
Kata kunci:  Identifikasi senyawa,  Pasir Magnet,   RD-GSAS, ukuran butiran,  waktu penahanan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>X-RAY</topic>
 </subject>
 <classification>539.72</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97506</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-25 10:52:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-22 14:47:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>