<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97488">
 <titleInfo>
  <title>DNA BARCODING IKAN KERAPU KOMERSIAL PENTING DI PERAIRAN SIMEULUE DAN KEPULAUAN BANYAK, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nanda Muhammad Razi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan kerapu adalah ikan demersal yang hidup di daerah tropis dan subtropis. Ikan kerapu sebagian besar berasosiasi dengan terumbu karang. Ikan kerapu memiliki harga pasar yang tinggi. Penangkapan ikan kerapu yang berlebihan dapat menjadi ancaman yang serius bagi keragaman hayati ikan kerapu di alam. Pengetahuan identifikasi sumberdaya ikan secara tepat sangat penting untuk pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan DNA barcoding untuk menghasilkan referensi komprehensif pustaka sekuens COI, menganalisis keragaman filogenetik dan hubungan kekerabatan untuk spesies kerapu yang didaratkan di Simeulue dan Kepulauan Banyak, Provinsi Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - September 2021 di enam belas lokasi pendaratan ikan di Simeulue dan Kepulauan Banyak. Metode ekstraksi DNA dilakukan dengan menggunakan protokol CTAB yang telah dimodifikasi. Dalam penelitian ini dihasilkan sebanyak 70 sekuens COI yang terdiri dari 20 spesies ikan kerapu. Genus ikan kerapu yang paling dominan ditemukan dilokasi penelitian adalah Epinephelus (54%), diikuti oleh Cephalophlis (19%), Plectropomus (13%), Variola (12%), Hyporthodus (1%) dan Anyperodon (1%). Tujuh belas spesies (85%) dikategorikan sebagai Least Concern, dua spesies (10%) diketagorikan Vulnerable, dan satu spesies (5%) Data Deficient berdasarkan ketagori IUCN. Rata-rata jarak genetik ikan kerapu berdasarkan Kimura-2-Parameter antar spesimen adalah 0,51% pada tingkat spesies dan 8,34% dalam genus. Jarak kekerabatan rata-rata pada penelitian ini yaitu 10,94% yang mana lebih tinggi sebanyak 22 kali lipat dari jarak intra-spesies rata-rata yaitu 0,51%. Secara umum, hasil penelitian ini telah memberikan kontribusi dalam penyediaan data genetik ikan kerapu komersial penting dari Perairan Simeulue dan Kepulauan Banyak.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97488</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-24 19:58:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-25 09:03:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>