KONSEP PENCIPTAAN KREATIVITAS IRAMA SYAIR DIDONG PADA GRUB BIAK CACAK DI ALUR GELE OLEH M DAUD KALAEMPAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KONSEP PENCIPTAAN KREATIVITAS IRAMA SYAIR DIDONG PADA GRUB BIAK CACAK DI ALUR GELE OLEH M DAUD KALAEMPAN


Pengarang

RIZKAN PAHMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1706102030042

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK



Penelitian ini pada dasarnya dilakukan guna menjawab permasalahan bahwasannya pada konsep penciptaan irama syair didong hanya diketahui oleh penciptanya sendiri yang dalam penelitian ini adalah M Daut Kalaempan. Masyarakat umum tidak banyak mengetahui bagaimana konsep dalam penciptaan lagu didong yang sesuai dengan kaidah dan ketentuan yang berlaku. Dengan menggunakan teori konsep penciptaan karya seni, syair/lirik, nada/irama dan kreativitas serta teori didong. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengab metode analisis data yang yaitu reduksi data yang kesimpulannya ditarik dan diverifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwasannya dalam menciptakan irama syair didong M Daut Kalaempan mengggunakan dua cara yaitu karya yang lahir dari hati dan menggunakan teknik usih. Ide kreativitas irama syair yang diciptakan berasal dari alam, hewan dan manusia. Ide tersebut diantaranya tok ni imo (teriakan suara owa siamang/sejenis kera), tok ni korek (teriakan ayam), tok ni linieten (suara kayu yang berdempetan) dan tok ni solong (suara suling).


Kata Kunci : Ide Kreativitas, Penciptaan, Irama Syair, didong

ABSTRACT This research was basically carried out to answer the problem that the concept of creating didong rhymes was only known by the creator himself, which in this study was M Daut Kalaempan. The general public does not know much about the concept of creating a didong song in accordance with the applicable rules and regulations. By using the theory of the concept of creating works of art, poetry/lyrics, tone/rhythm and creativity as well as didong theory. The approach in this study uses a descriptive qualitative approach. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation with data analysis methods, namely data reduction in which conclusions were drawn and verified. The results of the study show that in creating the rhythm of M Daut Kalaempan's didong poetry, two methods are used, namely works that are born from the heart and using the usih technique. The creative idea of ​​the rhythm of the poems created comes from nature, animals and humans. These ideas include tok ni imo (screams of gibbon gibbons/a type of monkey), tok ni matches (screams of chickens), tok ni linieten (sound of sticking wood) and tok ni solong (sound of flute). Keywords: Creativity Idea, Creation, Poetry Rhythm, didong

Citation



    SERVICES DESK