<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97458">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN FOSSA TONSILARIS PADA PASIEN PASCA TONSILEKTOMI DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2021</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FIRDA SAVIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tonsilitis merupakan infeksi berulang yang paling sering terjadi pada faring terutama pada usia anak-anak dan remaja. Tatalaksana tonsilitis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik atau terapi bedah seperti tonsilektomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran fossa tonsilaris pada pasien pasca tomsilektomi di poliklinik THT-KL RSUDZA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian observasional deskriptif menggunakan data restropektif, teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel 24 orang. Penelitian ini adalah pasien yang dilakukan tonsilektomi di RSUDZA. Pengambilan data diperoleh dari catatan rekam medis pasien tonsilektomi di RSUDZA. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat untuk melihat gambaran tonsil pada pasien tonsilektomi di RSUDZA Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 sampel pasien pasca tonsilektomi berdasarkan umur lebih banyak ditemukan pada laki-laki (62,5%) dibandingkan wanita (37,5%), berdasarkan usia paling sering dijumpai pada kelompok pasien dengan umur ≤18 (58,33%) dibandingkan dengn kelompok umur &gt;18 (41,67%), berdasarkan gambaran fibrin paling sering ditemukan pada pasien dengan fibrin negatif (70,8%), berdasarkan distribusi perdarahan dengan hasil negatif perdarahan (100%). Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa keberhasilan tonsilektomi pada pasien pasca tonsilektomi di poliklinik THT-KL RSUDZA Banda Aceh cukup baik.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Fossa tonsilaris, tonsilektomi, fibrin, perdarahan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TONSILITIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.314</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97458</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-24 00:44:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-24 11:04:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>