<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97257">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUHU PIROLISIS TERHADAP KUALITAS TEPUNG ASAP CAIR DARI LIMBAH KULIT PADI DALAM PENGAWETAN BAKSO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MURIADY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>MAGISTER PENGELOLAAN LINGKUNGAN</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengaruh Suhu Pirolisis Terhadap Kualitas Tepung Asap Cair Dari Limbah Kulit Padi Dalam Pengawetan Bakso&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Limbah kulit padi  mengandung komponen sellulosa, hemisellulosa, dan lignin. Pirolisis dari komponen tersebut akan menghasilkan asap cair dengan kualitas yang baik. Namun hingga saat ini pemanfaatan limbah tersebut belum maksimal. Disisi lain kebutuhan akan adanya pengawet alternatif yang alami sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah kulit padi  tersebut melalui proses pirolisis menjadi asap cair sehingga dapat digunakan sebagai pengawet alami bakso.  Limbah biomassa dari kulit padi dipirolisis menggunakan reaktor slow pyrolysis pada suhu 300, 350, dan 400oC. Hasil dari pirolisis tersebut adalah asap cair grade 3, arang, dan tar. Asap cair kemudian didistilasi pada suhu 190oC hingga menghasilkan asap cair food grade. Untuk lebih memudahkan dalam penggunaannya, asap cair selanjutnya diubah menjadi tepung asap dengan metode spray drying. Tahapan selanjutnya adalah aplikasi tepung asap untuk mengawetkan bakso ayam dengan metode pembaluran. Bakso ayam yang sudah dibalur tepung asap kemudian uji ketahanannya pada suhu ruang dan suhu pendingin (5oC). Pengujian kemampuan tepung asap sebagai pengawet pangan dilakukan melalu uji aktivitas antibakteri yaitu bakteri Salmonella choleraesuis, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan  Bacillus subtilis; Total Plate Count (TPC), Total Volatile Base Nitrogen (TVB-N), dan uji organoleptik (aroma, tekstur, dan warna), dan Analisis statistik data aktivitas antibakteri dan organoleptic menggunakan analisis ragam ANOVA dan uji BNT (Beda nyata terkecil) untuk melihat perbandingan rata-rata dari lebih dari dua kelompok. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan range zona hambat yang terbentuk berkisar antara 6.48 mm- 9.09  mm. Berdasarkan hasil uji organoleptik, TVB-N dan TPC, bakso dapat bertahan baik selama 72 jam penyimpanan pada suhu ruang.&#13;
&#13;
Kata kunci : Limbah kulit padi, tepung asap, pirolisis, total volatile base,  organoleptik, Plate Count Agar, antibakteri, pengawet. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WASTE TECHNOLOGY - RURAL</topic>
 </subject>
 <classification>628.74</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97257</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-14 09:32:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-14 10:23:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>