Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBANDINGAN KEMAMPUAN ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG DAN BUNGA LEMPUYANG WANGI (ZINGIBER AROMATICUM VAL.) TERHADAP PORPHYROMONAS GINGIVALIS PENYEBAB PERIODONTITIS SECARA IN VITRO
Pengarang
SOFIE NASTITI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zaki Mubarak - 195402161981031005 - Dosen Pembimbing I
Diana Setya Ningsih - 198201102008012012 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1813101010027
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Gigi., 2022
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Periodontitis merupakan penyakit inflamasi multifaktorial akibat adanya aktivitas mikroba pada area subgingiva dan infiltrat imuno-inflamasi pada jaringan periodontal yang akan memicu kehilangan tulang secara progresif dan akhirnya terjadi kehilangan gigi apabila tidak segera dirawat. Periodontitis dipicu oleh plak biofilm yang terbentuk dari mikroorganisme yang ada di dalam rongga mulut seperti Porphyromonas gingivalis. Upaya pengobatan terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis telah banyak dilakukan dengan pemberian antibiotik, namun penyalagunaan obat jenis ini dapat menyebabkan resistensi dalam penggunaan jangka panjang. Untuk mengatasi hal ini maka perlu mengembangkan agen antibakteri dari bahan alam yang dapat digunakan sebagai obat alternatif. Salah satunya adalah rimpang dan bunga Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum Val.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan antibakteri ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi terhadap Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan menggunakan ekstrak etanol rimpang dan bunga Lempuyang Wangi dengan konsentrasi 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%. Kontrol positif menggunakan metronidazole. Sampel diuji dengen metode mikrodilusi dan pengukuran nilai absorbansi dengan spektrofotometer (λ = 600 nm). Analisis data menggunakan uji Saphiro-Wilk dan uji non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi berada pada konsentrasi 50%. Uji time killing ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi dengan konsentrasi 50% menunjukkan ekstrak bunga Lempuyang Wangi memiliki kemampuan antibakteri terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis yang lebih baik daripada rimpang pada waktu 48 jam. Kesimpulan penelitian ini ialah ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi memiliki kemampuan antibakteri yang berbeda terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis.
Periodontitis is a multifactorial inflammatory disease due to microbial activity in the subgingival area and an immuno-inflammatory infiltrate in the periodontal tissue which will lead to progressive bone loss and eventually tooth loss if not treated immediately. Periodontitis is triggered by biofilm plaque formed from microorganisms present in the oral cavity such as Porphyromonas gingivalis. Efforts to treat Porphyromonas gingivalis bacteria have been carried out by giving antibiotics, but the misuse of this type of drug can cause resistance in long-term use. To overcome this, it is necessary to develop antibacterial agents from natural ingredients that can be used as alternative medicines. One of them is the Zingiber aromaticum Val. rhizomes and flowers. This study aims to determine the difference in the antibacterial ability of Zingiber aromaticum Val. rhizomes and flowers extracts against Porphyromonas gingivalis. This study used a laboratory experimental method using ethanol extract of Zingiber aromaticum Val. rhizomes and flowers with a concentration of 50%; 25%; 12.5%; 6.25%; 3.125%. Positive control using metronidazole. Samples were tested using the microdilution method and the absorbance value was measured using a spectrophotometer (λ = 600 nm). Data analysis used the Saphiro-Wilk test and the Kruskal-Wallis non-parametric test. The results showed that the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of Zingiber aromaticum Val. rhizomes and flowers extract was at a concentration of 50%. Time killing test of Zingiber aromaticum Val. rhizomes and flowers extract with a concentration of 50% showed Zingiber aromaticum Val. flowers extract had better antibacterial ability against Porphyromonas gingivalis than rhizome at 48 hours. The conclusion of this study is that the extracts of Zingiber aromaticum Val. rhizomes and flowers have different antibacterial abilities against Porphyromonas gingivalis.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EKSTRAK RIMPANG DAN BUNGA LEMPUYANG WANGI (ZINGIBER AROMATICUM VAL.) DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN BIOFILM PORPHYROMONAS GINGIVALIS (SITI AISYATUL ULYA, 2022)
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSCOE) TERHADAP PORPHYROMONAS GINGIVALIS SECARA IN VITRO (Ana Farhana, 2015)
EFEKTIVITAS PHYTO RESPON ESKTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP VIRULENSI PORPHYROMONAS GINGIVALIS ATCC 33277 SECARA IN-VITRO (POPPY MILA FADRIANI, 2020)
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) TERHADAP PORPHYROMONAS GINGIVALIS ATCC 33277 (Novita Putri Ranggaswuni, 2019)
KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM)DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUM (KBM) EKSTRAK JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) TERHADAP PORPHYROMONAS GINGIVALIS (Zuraida, 2015)