<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97193">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KEMAMPUAN ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG DAN BUNGA LEMPUYANG WANGI (ZINGIBER AROMATICUM VAL.) TERHADAP PORPHYROMONAS GINGIVALIS PENYEBAB PERIODONTITIS SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SOFIE NASTITI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Periodontitis merupakan penyakit inflamasi multifaktorial akibat adanya aktivitas mikroba pada area subgingiva dan infiltrat imuno-inflamasi pada jaringan periodontal yang akan memicu kehilangan tulang secara progresif dan akhirnya terjadi kehilangan gigi apabila tidak segera dirawat. Periodontitis dipicu oleh plak biofilm yang terbentuk dari mikroorganisme yang ada di dalam rongga mulut seperti Porphyromonas gingivalis. Upaya pengobatan terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis telah banyak dilakukan dengan pemberian antibiotik, namun penyalagunaan obat jenis ini dapat menyebabkan resistensi dalam penggunaan jangka panjang. Untuk mengatasi hal ini maka perlu mengembangkan agen antibakteri dari bahan alam yang dapat digunakan sebagai obat alternatif. Salah satunya adalah rimpang dan bunga Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum Val.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan antibakteri ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi terhadap Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan menggunakan ekstrak etanol rimpang dan bunga Lempuyang Wangi dengan konsentrasi 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%. Kontrol positif menggunakan metronidazole. Sampel diuji dengen metode mikrodilusi dan pengukuran nilai absorbansi dengan spektrofotometer (λ = 600 nm). Analisis data menggunakan uji Saphiro-Wilk dan uji non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi berada pada konsentrasi 50%. Uji time killing ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi dengan konsentrasi 50% menunjukkan ekstrak bunga Lempuyang Wangi memiliki kemampuan antibakteri terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis yang lebih baik daripada rimpang pada waktu 48 jam. Kesimpulan penelitian ini ialah ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi memiliki kemampuan antibakteri yang berbeda terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97193</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-12 12:34:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-12 14:32:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>