<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97177">
 <titleInfo>
  <title>KOMPOSISI JENIS SERANGGA YANG DITEMUKAN PADA BANGKAI KELINCI (LEPUS SP.) DI TIGA LOKASI YANG BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dhita Hardianti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Proses dekomposisi bangkai hewan mengundang serangga untuk datang. Beberapa jenis serangga menyukai bangkai hewan baru, tetapi ada juga yang menyukai bangkai hewan yang sudah membusuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis-jenis serangga yang ditemukan pada setiap fase dekomposisi dan lama waktu masing-masing fase dekomposisi bangkai kelinci (Lepus sp.) di tiga lokasi berbeda (pegunungan, pemukiman dan pantai). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang terdiri atas 3 perlakuan terhadap hewan coba (bangkai kelinci). Dua ekor bangkai kelinci berjenis kelamin jantan dan betina ditempatkan pada setiap lokasi yang telah ditentukan. Pengamatan dan pengkoleksian serangga dilakukan setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00 wib. Serangga dewasa yang terbang di sekitar bangkai dikoleksi dengan menggunakan jaring serangga. Serangga pradewasa, serangga berjalan, dan larva dikoleksi menggunakan pinset. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dekomposisi bangkai kelinci terdiri dari 5 fase yaitu Fresh, Bloated, Decay, Post Decay dan Skeletonisasi. Proses dekomposisi paling cepat terjadi pada fase Fresh selama 1 hari sedangkan paling lama yaitu fase Skeletonisasi selama 13-20 hari. Proses dekomposisi secara lengkap paling cepat terjadi di lokasi pemukiman selama 24 hari, pesisir pantai 32 hari dan pegunungan 34 hari, dan proses penghancuran pada bangkai betina lebih cepat dibandingkan bangkai jantan. Jenis serangga paling banyak ditemukan pada fase Post decay dan paling sedikit pada fase Skeletonisasi. Serangga yang ditemukan di seluruh lokasi penelitian yaitu Chrysomya megacephala, Lucilia sericata, Lucilia cuprina, Sarchopaga peregrina, Musca domestica, Rivellia basilaris dan Rivellia apicalis, Onthopagus tricolor dan Xerosaprinus coerulescens. Serangga yang ditemukan di lokasi pegunungan dan pemukiman yaitu Condylostylus occidentalis dan Blatella germanica.  Serangga yang ditemukan di lokasi pemukiman dan pesisir pantai yaitu Scholastes cinctus dan Scholastes lonchifera. Serangga yang hanya ditemukan di lokasi pegunungan yaitu Graphomya maculata, Gelis areator dan Phimenes flavopictus. Sedangkan kelompok semut datang sejak awal kematian sampai tahap akhir dekomposisi.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Entomologi forensik, bangkai hewan, fase dekomposisi, jenis serangga, larva lalat.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INSECTS</topic>
 </subject>
 <classification>595.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97177</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-11 14:54:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-12 10:51:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>