<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97119">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA PERUBABAN  SUDUT POLARISASI  OPTIK  PADA MINYAIK GORENG  MENGGUNAKAN  LASER HE-NE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Faizah Hayati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan analisa perubahan sudut polarisasi optik pada minyak goreng menggunakan   laser He-Ne. Minyak  goreng  yang  diamati  adalah minyak  jagung, minyak  kelapa  sawit,    dan  minyak  kelapa.  Adapun  sifat  aktif  optis  yang  dikaji adalah pemutaran  arah getar eahaya  terpolarisasi   (~) dari  berkas  cahaya  laser He-Ne  dengan  panjang  gelombang   633  run. Pengamatan   pengaruh   sifat  aktif  optis minyak  goreng  tersebut  dilakukan   dengan  cara  memvariasikan   panjang  Iintasan cahaya.   Panjang   lintasan   cahaya   didefinisikan    sebagai   ukuran   panjang   wadah sampel   yang  dilalui   cahaya.   Adapun   variasi   ukuran   panjang   lintasan   cahaya adalah  1 em, 3 em, dan 4,5 em.&#13;
Hasil  penelitian   diperoleh   bahwa  perubahan   sudut  polarisasi   yang  paling  besar dibentuk  oleh  minyak  jagung  sebesar   14° dan  perubahan  sudut  polarisasi  paling rendah  dibentuk  oleh  minyak  kelapa  sebesar  2°, hal  ini  disebabkan   oleh jumlah struktur   molekul   lemak  jenuh   dan tidak  jenuh   yang  dikandung   oleh   minyak goreng.   Adapun   minyak   goreng   yang  memiliki  jumlah   struktur   molekul   asam lemak  jenuh   paling   tinggi  cenderung   memiliki   kiralitas   yang  sedilcit,  sehingga perubahan   sudut  polarisasi   yang  dibentuk. juga   kecil.  Oleh  karena  itu,  minyak jagung  memiliki  sifat aktif optis  yang lebih besar  karena  memiliki  jumlah  strukur lemak jenuh  paling  rendah.  Sifat aktif  optis  pad a minyak  goreng  cenderung  lebih besar  bila minyak  goreng  ditempatkan   pada  variasi  panjang  lintasan  cahaya,  hal ini ditandai  oleh semakin  besar panjang  lintasan  cahaya  maka semakin  tinggi  pula perubahan  sudut  polarisasi  optik,  Setelah  mengetabui  perubahan  sudut  polarisasi, maka  dapat  ditentukan   rotasi  spesiftk  yang  merupakan   salah  satu  karakter   dari minyak  goreng.  Adapun  nilai  rotasi  spesifik  dari  minyak  jagung   yaitu  (+)  3,888 derajat/dm,  minyak  kelapa  sawit (-)  1,388 derajat/dm  dan minyak  kelapa  (-) 0,555 derajat/dm.&#13;
&#13;
Kata kunci  : polarisasi,  sudut polarisasi,  optis aktif, sifat optis, rotasi spesifik&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97119</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-10 15:22:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-10 15:22:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>