<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97116">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI  MODEL PERPINDAHAN  PANAS PADA EVAPORATOR  MESIN PENDINGIN  SISTEM KOMPRESI UAP UNTUK PENYTIMPANAN SAYURAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Munawwar Khalil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Produk  pertanian  yang  telah dipanen  masih  melakukan  aktivitas metabolisme yaitu    respirasi.     Proses     respirasi     adalah     proses    pernafasan     tumbuhan     yang menyebabkan   pemecahan   molekul  kompleks  menjadi  sederhana,  Proses  respirasi    ini berdampak    negatif   pada   produk   pertanian   karena   produk  pertanian   akan   matang dengan  cepat  dan membusuk.   Oleh  sebab  itu masa simpan  dari produk  pertanian  akan berkurang.   Untuk  mengatasi   masalah  ini dibuat  mesin  pendingin.  Penyimpanan   pada suhu  dingin   akan  menghambat    laju  respirasi.   Mesin  pendingin   yang  paling   sering digunakan   untuk  produk   pertanian   menggunakan    sistem  kompresi   uap.  Komponen yang paling  berperan  terhadap penurunan  suhu  di dalam sistem  ini adalah  evaporator. Untuk  mendesain   evaporator   yang  baik., prinsip  perpindahan   panas  harus  diketahui dengan  seksama.  Sehingga  akan diperoleh  desain  mesin yang optimal.&#13;
            Penelitian    ini  bertujuan    untuk   mensimulasikan    model-model    perpindahan panas	untuk    menentukan     bilangan    Reynold    udara    dengan    R-134a,    koefisien perpindahan	panas  menyeluruh,    panjang   evaporator,   jumlah   baris  dan  elbow  pada evaporator  serta  penurunan   tekanan  di dalam   pipa  evaporator.   Dengan  menggunkan metode   simulasi,   akan  di  dapatkan   suatu  sistem   pendinginan   kompresi   uap  yang optimal.&#13;
            Hasil  simulasi   menunjukkan    bahwa,  semakin   besar  masa  produk  yang  akan didinginkan,   maka  akan  semakin  besar beban  peodinginan   yang  dihasilkan.   Simulasi yang  dliakukan   pada  sampel   produk   buncis  kering  (Phaseolus sp.L) menunjukkan pada  saat  massa   produk   700  kg,  maka  beban   pendinginanoya    adalah   1,732  kW, panjang   evaporator    20,088   meter,   jumlah   baris   dan  elbow   9  dan  8  buah.   Serta penurunan   tekanan   yang  terjadi   2 1,1  kPa  Peningkatan   massa  akan meniogkatkan beban  pendinginan.   Pads  saat  massa  menjadi  2000  kg, maka beban  pendinginannya menjadi  4,947  kW,  panjang  evaporator   36,059  meter, jumlah  baris  dan elbow  17 dan  16 buah.  Serta  penurunan   tekanan   yang  terjadi  25,5  kPa  Perubahan   diameter   pipa  evaporator  juga  akan  sangat  mempengaruhi   desain  mesin pendingin.  Pada saat  ukuran  diameter  pipa  evaporator   sebesar  1/8&quot;Schedule  40, maka panjang  evaporator  meojadi  34,34  meter, jumlah   baris  dan  elbow  17 dan 16 buah,  serta  penurunan  tekanan  yang terjadi  sebesar  402,  kPa  Dengan  rnenggunakan   ukuran  pipa  yang  lebih  besar  yaitu  3/4&quot;  Schedule   40  maka  panjang   evaporator   yang  dibutuhkan   39,39  meter,  jumlah  baris dan elbow  19 dan  18 buah.  Serta penurunan  tekanan  menjadi  2,614  kPa.&#13;
            Perubahan      suhu     evaporator      yang    diinginkan     akan   rnerubah     sistem pendinginan   yang  ada  Pada    saat  suhu  evaporator   5oC, maka  panjang   evaporator yang dibutuhkan   30, 83 meter, jumlah  elbow  dan baris   adalah  15 dan 14 bush,  serta penurunan  tekanan  27, 2 kPa Pada  saat  suhu  evaporator  ditingkatkan   menjadi   15°C, maka panjang   evaporator   yang  dibutuhkan   menjadi   42,64  meter,  jumlah   baris  dan elbow  adalah  21  dan  20  bush,  serta  penurunan   tekanan  yang  terjadi  sebesar  26,02 kPa.&#13;
Perubahan  suhu  ambient  (suhu  udara  ) juga  akan  berpengaruh  pada  mesin  pendingin. Pada  saat  suhu  udara  25°C,  maka  panjang  evaporator   yang  dibutuhkan   adalah  26,37 meter,  jumlah   baris   dan  elbow   masing-masing    berjumlah    13  dan  12  buah,   serta penurunan  tekanan  yang  terjadi  19,28  kPa Oengan  semakin  tinggi  temperatur  udara, maka  panjang  evaporator   yang  dibutuhkan   meningkat   menjadi   89,48  meter,  jumlah baris  dan elbow  yang  digunakan   sebanyak  44 dan 43 buah,  penurunan   tekanan  yang terjadi  66,42  kPa.  Penggunaan   kipas  akan sangat  mernbantu  dalam  memperoleh   hasil yang lebih optimum.  Kipas akan meningkatkan   koefisien  perpindahan  panas  konveksi udara.   Pada  saat  kecepatan   kipas  sebesar   60  mis,  maka  panjang   evaporator   yang dibutuhkan   34,  56 meter, jumlah   baris  dan elbow  yang  dibutuhkan   17 dan 16 bush, serta  penurunan   tekanan   yang  terjadi  25,39   kPa.  Dengan  meningkatkan    kecepatan kipas   evaporator    menjadi    140  mis,  maka   panjang   evaporator    yang   dibutuhkan menjadi  26,96  meter, jumlah  baris dan elbow  masing-masing   13 dan  12 buah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEART TRASFER</topic>
 </subject>
 <classification>536.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97116</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-10 15:00:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-18 10:14:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>