<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97089">
 <titleInfo>
  <title>PENGUJIAN  TREND  BERDASARKAN KORELASI  POSITIF  DAN  UJI JONCKHEERE-TERPSTRA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Tiamuliana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah  satu  metode  untuk  mengukur   asosiasi  adalah  korelasi  Pearson,   dimana  nilai korelasi  positif   rnerupakan   perubahan   peubah  x  diikuti   oleh  perubahan   peubah  y secara &quot;searah&quot;.  Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui  besaran  koefisien  korelasi Pearson  positif   antara  dua  peubah  jika  dikelompokkan   dengan   menggunakan    uji alternatif  data terurut  Jonckheere- Terpstra  masih  menunjukkan   adanya  trend  positif. Data yang  digunakan   dibangkitkan   dari  distribusi  rnultivariat  nonnaJ  dan  distribusi multivariat   Student   I dengan  mengunakan   koefisien   korelasi.   varians,  dan  derajat kebebasan   yang  berbeda-beda.   Masing-rnasing   data  dikelompokkan    menjadi   3,  4. dan  5 kelompok.  Selanjutnya  melalui  pengelompokan   tersebut  setiep  data dilakukan uji Jonekbeere-Terpstra   kemudian  diperoleh  nilai power yang menunjukkan  besarnya peluang  menolak  Ho  disaat  Ho  salah.  KesimpuJan  yang didapat  adalah  terdapat  dua parameter  yang tidak berpengaruh  terhadap  nilai power  yang dihasilkan  yaitu  varians dan mean  serta  terdapat  tiga parameter  yang  berpengaruh   yaitu jumlah  data.  derajat kebebasan,  dan koefisien  korelasi.  Semakin  besar jumlah  data dan derajat  kebebasan maka  koefisien   korelasi  yang  dibutuhkan   semakin  kecil  dan  semakin  besar jumlah kelompok    yang   dibentuk    maka   semakin    keeil    nilai   koefisien    korelasi    yang dibutuhkan  untuk membentuk  trend.  Data yang dibangkitkan   dari distribusi  Student  t mempunyai   power  lebih   kecil  jika   dibandingkan    data   berdistribusi   normal   pada koefisien   korelasi  yang  sarna.  Pada  data  berdistribusi   normal  untuk jumlah   data  &gt; 50  banyak  pengelompokan   (k = 3, 4,  dan  5) tidak  berpengaruh   terhadap  koefisien korelasi  yang dibutuhkan  untuk membentuk  trend.&#13;
&#13;
Kata  Kunci  :  distribusi  multivariat  normal,  distribusi  multivariat  Student  I, koelisien korelasi  Pearson,  uji Jonckheere- &#13;
                        Terpstra,   power.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CORRELATION ANALYSIS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MULTIVARIATE ANALYSIS</topic>
 </subject>
 <classification>519.535</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97089</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-10 10:04:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-19 11:18:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>