PEMBUATAN BRIKET GAMBUT DENGAN METODE PENGERINGAN MATAHARI (SEBUAH UPAYA PEMANFAATAN POTENSI GAMBUT LOKAL SEBAGAI SUMBER ENERGI) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMBUATAN BRIKET GAMBUT DENGAN METODE PENGERINGAN MATAHARI (SEBUAH UPAYA PEMANFAATAN POTENSI GAMBUT LOKAL SEBAGAI SUMBER ENERGI)


Pengarang

Rosmaini - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0608102010014

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Fisika (S1) / PDDIKTI : 84203

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

530

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gambut yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang terendapkan di daerah rawa dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak bumi, baik untuk rumah tangga maupun industri kecil. Aceh memiliki cadangan gambut yang cukup besar, misalnya deposit di daerah Aceh Selatan yang belum dimanfaatkan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari peluang pemanfaatan gambut yang ada di Aceh SeJatan sebagai bahan bakar altematif. Pengeringan gambut dalam penelitian ini menggunakan sinar matahari dan pencetakan gambut dengan alat press hidrolik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efisiensi pembakaran briket gambut hasil pengeringan dengan sinar matahari dan mempelajari hubungan variasi tekanan pada pembuatan briket terhadap nilai temperatur nyala, temperatur bakar, dan nilai kalor dari gambut yang dihasilkan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jika tekanan yang diberikan semakin kecil maka temperatur nyala dan briket gambut yang dihasilkan semakin rendah. Nilai temperatur nyala minimum briket pada tekanan 0,25 ton sebesar 281 ,6°C. Sedangkan temperatur nyala maksimum briket pada tekanan I ton sebesar 284,6°C. Temperatur bakar dan nilai kalor yang diperoleh dari briket gambut menunjukkan bahwa semakin kecil tekanan yang diberikan rnaka temperatur bakar dan nilai kalor yang didapat juga semakin besar. Nilai temperatur bakar maksimum yang diperoleh sebesar 556°C. Sedangkan temperatur bakar minimum yaitu pada tekanan I ton sebesar 547,4°C. Nilai kalor maksimum yang diperoleh yaitu pada tekanan 0,25 ton sebesar 6609.6 kalori. Sedangkan nilai kalor minimum yang diperoleh pada tekanan 1 ton yaitu sebesar 6318 kalori.

Kata kunci : Gambut, briket, temperatur nyala, temperatur bakar, dan nilai kalor.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK