<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="97030">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN BRIKET GAMBUT DENGAN METODE PENGERINGAN  MATAHARI (SEBUAH UPAYA PEMANFAATAN POTENSI GAMBUT LOKAL SEBAGAI SUMBER ENERGI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rosmaini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gambut  yang  terbentuk  dari  sisa-sisa  tumbuhan   yang  terendapkan   di  daerah  rawa dapat  digunakan   sebagai  bahan  bakar  pengganti   minyak  bumi,  baik  untuk  rumah tangga   maupun  industri    kecil.   Aceh  memiliki    cadangan  gambut  yang  cukup   besar, misalnya  deposit  di daerah  Aceh  Selatan   yang  belum  dimanfaatkan.   Penelitian   ini dilakukan  untuk mempelajari  peluang  pemanfaatan  gambut yang ada di Aceh SeJatan sebagai    bahan    bakar    altematif.     Pengeringan     gambut    dalam    penelitian     ini menggunakan   sinar  matahari  dan  pencetakan   gambut  dengan   alat  press  hidrolik. Penelitian  ini  bertujuan  untuk   mempelajari  efisiensi  pembakaran  briket   gambut   hasil pengeringan  dengan  sinar matahari  dan  mempelajari  hubungan  variasi  tekanan  pada pembuatan  briket  terhadap  nilai temperatur  nyala,  temperatur  bakar,   dan nilai  kalor dari  gambut  yang  dihasilkan.   Hasil pengamatan   menunjukkan   bahwa jika  tekanan yang diberikan   semakin   kecil   maka   temperatur   nyala   dan   briket   gambut   yang dihasilkan	 semakin  rendah. Nilai temperatur  nyala minimum  briket pada tekanan  0,25 ton sebesar  281 ,6°C. Sedangkan  temperatur  nyala  maksimum  briket  pada tekanan  I ton  sebesar  284,6°C.  Temperatur   bakar  dan  nilai  kalor  yang  diperoleh   dari  briket gambut  menunjukkan  bahwa semakin  kecil tekanan  yang diberikan  rnaka temperatur bakar	 dan  nilai  kalor  yang  didapat  juga   semakin   besar.  Nilai   temperatur   bakar maksimum yang  diperoleh     sebesar  556°C.  Sedangkan     temperatur     bakar   minimum yaitu pada tekanan I ton sebesar 547,4°C. Nilai kalor maksimum  yang diperoleh  yaitu pada tekanan  0,25  ton sebesar  6609.6  kalori.  Sedangkan  nilai  kalor  minimum  yang diperoleh pada tekanan  1 ton yaitu  sebesar 6318 kalori.&#13;
&#13;
Kata kunci : Gambut,  briket, temperatur  nyala, temperatur  bakar, dan nilai kalor.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ENERGY - PHYSICS</topic>
 </subject>
 <classification>530</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>97030</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-06 14:15:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-14 11:43:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>