<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96943">
 <titleInfo>
  <title>TANTANGAN PARTAI ACEH DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA KAMPANYE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUSHALLIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Partai Aceh adalah Partai lokal yang memperoleh kursi DPRA terbanyak sejak Pemilu 2009, namun jumlah perolehan kursi terus menurun, dari 33 kursi pada Pemilu 2009, menurun menjadi 29 kursi pada Pemilu 2014, dan terakhir memperoleh 18 kursi pada Pemilu 2019. Tantangan pemanfaatan media sosial menjadi salah satu alternatif kampanye politik untuk meningkatkan kembali elektabilitas Partai Aceh, mengingat pada Pemilu 2014 dan 2019 sudah memasuki era media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemanfaatan media sosial serta kendala yang dihadapi Partai Aceh sebagai media kampanye. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan media sosial Partai Aceh sebagai media kampanye baru disadari oleh Partai Aceh. Pada Pemilu 2019 Partai Aceh tidak memanfaatkan Media Sosial sebagai Media Kampanye. Strategi pemanfaatan media sosial mulai dilakukan secara intens dewasa ini menggunakan platfrom Facebook dan Instagram. Kampanye politik yang dilakukan dengan media sosial mulai dari membentuk kesan Partai Aceh di setiap postingan menggunakan bingkai-bingkai yang berkesan warna dan bendera Partai Aceh. Setiap postingan Partai Aceh di Media Sosial berisi berbagai penyampaian informasi kerja-kerja politik Partai Aceh dan Politisi Partai Aceh. Kendala yang dihadapi Partai Aceh dalam pemanfaatan media sosial sebagai media kampanye berupa tantangan Partai Aceh dalam merekrut pemilih pemula yang pada umumnya adalah pengguna Media Sosial, serta tantangan Partai Aceh memanfaatkan peluang Media Sosial itu sendiri. Mulai dari menggunakannya secara kreatif agar diminati oleh pemilih pemula, hingga merekrut Selebgram sebagai Caleg dari Partai Aceh. Hasil penelitian ini menyarankan agar Partai Aceh dan Politisi partai Aceh memanfaatkan media sosial sebagai media kampanye. &#13;
Kata Kunci : Partai Aceh, Media Sosial, Kampanye Politik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>POLITICAL PARTIES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CAMPAIGNS (POLITIK)</topic>
 </subject>
 <classification>324.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96943</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-04 16:13:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-02 15:01:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>