ANALISIS PERILAKU PELAT LANTAI KOMPOSIT FLOORDECK ANTARA BETON NORMAL DAN BETON RINGAN BUSA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERILAKU PELAT LANTAI KOMPOSIT FLOORDECK ANTARA BETON NORMAL DAN BETON RINGAN BUSA


Pengarang

AYU LESTARI PURBA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1004101010079

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu komponen struktural pada gedung berlantai banyak yaitu pelat lantai yang pada umumnya adalah pelat lantai konvensional. Penggunaan dek baja (floordeck) yang dikombinasikan dengan beton busa menjadi suatu alternatif untuk mendapatkan massa bangunan yang lebih ringan dan cocok diaplikasikan di wilayah rawan gempa, sehingga perlu dilakukan suatu penelitian untuk membandingkan perilaku pelat lantai komposit menggunakan beton ringan busa terhadap beton normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan perilaku dari pelat komposit beton normal dengan beton ringan busa akibat beban garis, yang meliputi kapasitas pelat, lendutan, daktilitas serta pola retak yang terjadi. Benda uji yang digunakan sebanyak tiga buah berukuran 0,94 x 2,5 x 0,12 meter dengan ketebalan 0,7 mm dan tegangan leleh (fy) 410,519 MPa yaitu pelat lantai komposit floordeck dengan beton normal (BNF), pelat lantai komposit floordeck dengan beton ringan busa (BBF) dan pelat lantai beton
bertulang (BB). Pengukuran lendutan menggunakan LVDT (Linear Variable Differential Transformer) dan strain gauge untuk mengukur regangan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas pelat BB, BNF dan BBF adalah 5,32 ton, 4,61ton dan 2,90 ton. Kapasitas BB lebih besar dari pelat BNF dan BBF karena sifat pelat BB yang lebih daktail. Lendutan yang timbul pada saat beban hancur untuk BB, BNF dan BBF adalah 75,67 mm, 9,75 mm dan 5,92 mm. Indeks daktilitas BB dan BNF adalah 5,296, 1,220, sedangkan pelat BBF tidak memiliki nilai daktilitas karena setelah pelat mencapai batas leleh, pelat langsung hancur (getas). Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa pelat yang menggunakan beton normal (BB dan BNF) memiliki kapasitas lentur yang lebih besar, hal ini disebabkan oleh lekatan (bond strength) beton normal lebih bagus dibandingkan beton busa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelat lantai komposit floordeck dengan beton busa kurang efektif memikul beban garis pelat lantai dari pada pelat lantai komposit floordeck beton normal.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK