<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96914">
 <titleInfo>
  <title>PERAN DAN FUNGSI LEGISLASI DPR ACEH DALAM MEWUJUDKAN KEKHUSUSAN ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ISTASFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Keistimewaan Aceh dalam penyebutan peraturan daerah (Perda) ialah Qanun, yang merupakan produk hasil DPRA dan juga Gubernur Aceh dalam perjalanan pelaksanaan fungsi legislasi di temukan sejumlah masalah yang menghambat hasilnya sebuah Qanun di Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Peran Legislatif dan Teori Kewenangan Legislatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peran fungsi legislasi DPRA dalam mewujudkan kekhususan Aceh cukup lamban dalam memprakarsai pembuatan undang-undang lalu melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Qanun Aceh sendiri, konflik internal antara DPRA dan Gubernur juga menjadi faktor utama terlambatnya Qanun yang disahkan serta kurang kerja sama antara SDM parlok dan parnas, serta kurang maksimal sehingga menyebabkan kurangnya data-data yang lengkap. Lemahnya koordinasi struktur di DPRA dalam pembahasan rancangan qanun menyebabkan pembahasan rancangan qanun tidak berjalan dengan lancar. Seringkali terjadi penumpukan beban kerja pembahasan raqan pada komisi tertentu karena tidak ada pembatasan yang tegas jumlah maksimal pembahasan raqan yang dibebankan pada suatu komisi.. Diharapkan kepada anggota DPRA untuk meningkatkan kualitas SDM agar dapat mencari Data-data yang lengkap sehingga pelaksanaan saat pembahasan APBA tidak terhambat. Diharapkan kepada anggota DPRA untuk meningkatkan kapasitas teknis anggota DPRA.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Peran Fungsi Legislasi DPRA, Kekhususan dan keistimewaan Aceh.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LEGISLATIVE FUNCTIONS</topic>
 </subject>
 <classification>328.34</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96914</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-04 10:25:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-02 14:56:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>