<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96872">
 <titleInfo>
  <title>UJI KINERJA MESIN PENYANGRAI KOPI DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER ELEMEN PEMANAS LISTRIK (HEATER) DAN TENAGA PENGGERAK MOTOR LISTRIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HASNANDA MAULINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan kopi mengalami kenaikan produksi yang cukup pesat sekitar 2,17%. Kopi merupakan komoditas ekspor unggulan karena kopi menjadi salah satu hasil perkebunan yang diperdagangkan secara luas. Salah satu proses pengolahan kopi adalah penyangraian. Penyangraian adalah suatu proses untuk menentukan sifat fisik dan kimia. Selain itu, penyangraian juga berdampak pada sifat organoleptik seperti warna, aroma, dan rasa. Maka dari itu, pentingnya penyangraian untuk meningkatkan kualitas produksi kopi. Penyangraian biji kopi dengan alat penyangraian berbahan bakar kayu dan gas banyak telah dilakukan, sedangkan dengan menggunakan sumber panas listrik masih sedikit. Oleh karena itu, tujuan penelitian adalah mengetahui kinerja mesin sangrai kopi berdasarkan tingkat penyangraian yaitu light roast, medium roast, dan dark roast dengan menggunakan sumber elemen pemanas listrik (Heater) dan tenaga penggerak motor listrik.&#13;
Prosedur penelitian dimulai dengan menghidupkan mesin dan memanaskan tabung penyangraian sesuai tingkatan sangrai yaitu light roast (190 °C), medium roast (200 °C), dan dark roast (205 °C), penimbangan biji kopi robusta sebanyak 3 kg, kemudian pengambilan data meliputi kadar air, suhu, kebutuhan energi listrik, dan kualitas hasil penyangraian (% keseragaman warna).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan mesin penyangraian mampu menyangrai biji kopi robusta dari tingkat light roast, medium roast, dan dark roast. Waktu yang tepat untuk menyangrai kopi untuk tingkat sangrai light yaitu 34 menit dengan suhu 190 °C, tingkat sangrai medium yaitu 40 menit dengan suhu 200 °C, dan tingkat sangrai dark yaitu 58 menit dengan suhu 205 °C. Keseragaman warna pada tingkat sangrai light yaitu 90,9%, tingkat sangrai medium yaitu 92,8%, dan tingkat sangrai dark yaitu 99,1%. Persentase kadar air rata-rata untuk tingkat sangrai light yaitu 5,9%, tingkat sangrai medium 4,3%, dan tingkat sangrai dark 3,3%. Kebutuhan energi listrik untuk heater pada tingkat sangrai light, medium, dan dark berturut-turut adalah 2,3 KWh, 2,7 KWh, dan 3,7 KWh. Kebutuhan energi listrik untuk motor listik pengaduk pada tingkat sangrai light, medium, dan dark berturut-turut adalah 0,49 KWh, 0,54 KWh, dan 0,76 KWh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96872</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 12:31:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 14:47:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>