<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96857">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK LELERAN MUKOSA SERVIKS SAAT AWAL ESTRUS DAN DIESTRUS PADA SAPI LOKAL MENGGUNAKAN ENDOSKOP IB BERKAMERA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAISYARAH SYAFRIDA GEA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>KARAKTERISTIK LELERAN MUKOSA SERVIKS SAAT AWAL&#13;
ESTRUS DAN DIESTRUS PADA SAPI LOKAL MENGGUNAKAN  &#13;
ENDOSKOP IB BERKAMERA  &#13;
 &#13;
 &#13;
ABSTRAK&#13;
 &#13;
Karakteristik leleran mukosa serviks dapat bervariasi dibawah pengaruh fase siklus berahi&#13;
sapi. Karakteristik leleran mukosa serviks sapi pada awal berahi umumnya terlihat transparan&#13;
kemudian berubah menjadi kental pada fase diestrus. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati&#13;
karakteristik leleran mukosa serviks pada  awal estrus dan diestrus sapi menggunakan endoskop IB&#13;
berkamera. Penelitian ini menggunakan 12 ekor sapi dengan kisaran usia 4-6 tahun. Dua belas ekor&#13;
sapi diberikan perlakuan sinkronisasi berahi dengan Lutalyse™ yang diinjeksikan sebanyak 5 ml /&#13;
ekor secara intramuskular dan dua kali penyuntikan dengan interval 11 hari. Deteksi berahi sapi&#13;
dilakukan 24 jam setelah penyuntikan hormon yang kedua dengan metode skor tingkah laku berahi.&#13;
Sapi betina berahi dimasukkan ke dalam nostal dan dilakukan pengamatan karakteristik leleran&#13;
mukosa serviks. Delapan dari 12 ekor sapi memperlihatkan gejala berahi setelah sinkronisasi.&#13;
Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah karakteristik leleran mukosa serviks yang&#13;
diamati pada 0 jam estrus dan 6 hari setelah estrus. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.&#13;
Parameter karakteristik leleran mukosa serviks yang diamati yaitu transparan, keruh dan kotor.&#13;
Pengamatan leleran mukosa serviks dilakukan menggunakan endoskop IB berkamera. Pada&#13;
pengamatan awal estrus, sebanyak 8 ekor sapi yang berahi menunjukkan karakteristik leleran serviks&#13;
transparan. Enam hari kemudian saat sapi memasuki fase diestrus leleran serviks tampak keruh.&#13;
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sampel sapi memiliki karakteristik leleran mukosa serviks&#13;
pada saat awal estrus terlihat transparan sedangkan pada fase diestrus terlihat keruh. &#13;
&#13;
 &#13;
Kata kunci : leleran mukosa serviks, sapi lokal, berahi, endoskop</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96857</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 06:55:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 10:44:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>