<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96830">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PENGAWASAN KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAIFUL AKBAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Air bersih yang layak minum, merupakan air yang telah lolos uji kelayakan sesuai aturan yang berlaku. Penyediaannya sendiri dapat bersumber dari berbagai macam jenis. Mulai dari air yang disediakan oleh dinas, air minum dalam kemasan, dan yang baru-baru ini muncul dan menjadi alternatif penyedia air minum yang lebih murah adalah air minum isi ulang. Air minum isi ulang pun tak lepas dari pengawasan pemerintah melalui Dinas Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pengawasan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh terhadap kualitas air minum isi ulang di Kota Banda Aceh dan untuk mengetahui dan mengkaji faktor-faktor penghambat Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dalam melakukan pengawasan terhadap kualitas air minum isi ulang di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis dilakukan berdasarkan pada teori pengawasan Syafie yang mengacu pada fungsi dalam manajemen untuk menjamin agar pelaksana kerja berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Menurut Terry dalam Syafie mengatakan bahwa pengawasan dapat dirumuskan sebagai proses penentuan yang harus dicapai yaitu standar yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan bila perlu melakukan perbaikan-perbaikan sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana, yaitu selaras dengan standar (ukuran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah berkewajiban untuk selalu berpartisipasi pada usaha perseorangan, seperti air minum isi ulang yang dikelola oleh para pengusaha depot air isi ulang. Pemerintah dapat memantau Depot Air minum isi Ulang yang sudah memenuhi syarat kesehatan tersebut melalui Stiker yang telah dipasang di setiap Depot Air Minum tersebut. Untuk itu Dinas Kesehatan  diharuskan melakukan pengawasan terhadap kualitas air minum pada setiap air minum isi ulang yang dikelola oleh masyarakat. Pengawasan dilakukan secara rutin agar kualitas air minum pada semua depot terjamin kualitas dan kuantitasnya, tercatat pada tahun 2020 dari 268 depot air minum hanya ada 10 Depot air minum yang mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Pengawasan, Depot Air Minum, Dinas Kesehatan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96830</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-31 15:25:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 09:44:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>