<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96826">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEGAGALAN POROS BUBUNGAN (CAMSHAFT) MOBIL SEDAN DENGAN METODE EKSPERIMENTAL DAN METODE ELEMEN HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD IKHSAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Camshaft merupakan poros yang memiliki tonjolan(cam) yang terletak di kepala silinder. Kegagalan terjadi pada camshaft mobil sedan yang mengalami patah di antara bagian katup masuk pada silinder kedua, umur pakainya masih tergolong baru yaitu 15 bulan. Maka, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab terjadinya kegagalan  pada camshaf pada mobil sedan yang mengalami patah. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dan metode elemen hingga. Pengujian eksperimental meliputi uji komposisi kimia, uji kekerasan, uji struktur mikro dan pengamatan permukaan patah dengan SEM. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan bahwa camshaft ini tergolong dalam kategori besi cor kelabu ASTM 48 kelas 40, namun memiliki kandungan sulfur yang berlebih sehingga menimbulkan segregasi. Pengujian kekerasan menunjukkan nilai kekerasan pada kulit luar sebesar 89.9-92.7 HRB dan pada bagian dalam mempunyai nilai kekerasan sebesar 89.0-90.3 HRB. Nilai ini lebih rendah dari standar ASTM 48 kelas 40. Hasil pengujian struktur mikro ditemukan porositas pada camshaft. Software FEMAP digunakan untuk menganalisis tegangan dengan metode elemen hingga. Hasil analisis dengan metode elemen hingga menunjukkan nilai tegangan maksimum sebesar 382.2 MPa yang berada pada bagian camshaft yang mengalami patah. Perhitungan nilai faktor intensitas tengangan (K1) lebih besar dari nilai ketangguhan retak (K1c)  sehingga menyebabkan camshaft mengalami  perambatan retak. Patahnya camshaft juga dipengaruhi oleh kandungan sulfur yang berlebih dan ditemukan porositas didalamnya sehingga camshaft tidak dapat menerima tegangan. &#13;
&#13;
Kata Kunci : Analisis Kegagalan, Metode Elemen Hingga, faktor intensitas tegangan, Camshaft&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VEHICLES - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>629.046</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96826</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-31 15:11:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 10:04:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>