PERILAKU PENGEMIS DALAM PERSPEKTIF DRAMATURGI (STUDI KASUS PENGEMIS DI KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERILAKU PENGEMIS DALAM PERSPEKTIF DRAMATURGI (STUDI KASUS PENGEMIS DI KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

FITRI YUHANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nur Anisah - 197801192009122003 - Dosen Pembimbing I
Maini Sartika - 198005012017012101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1610102010019

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

362.042

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fenomena pengemis adalah masalah sosial yang terjadi di kota-kota besar seperti Kota Banda Aceh. Penyebab adanya pengemis saat ini adalah rasa malas seseorang untuk bekerja serta hanya ingin mendapatkan simpati atau belas kasihan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pengemis dari panggung depan dan panggung belakang dalam perspektif teori dramaturgi di Kota Banda Aceh.
Penelitian ini menggunakan teori Erving Goffman (1959). Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bermaksud mendeskripsikan hasil penelitian dan berusaha menemukan gambaran menyeluruh mengenai keadaan prilaku pengemis di depan panggung dan belakang panggung. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi.
Hasil penelitian ini dramaturgi front stage pengemis memperlihatkan sisinya ketika dihadapan publik tempat ia bekerja dengan berpakaian sopan dan lusuh, utamanya para wanita menggunakan kerudung dan baju gamis yang sudah terlihat usang, dan bagi pihak laki-laki menggunakan kopiah atau peci, menjadikan kekuarang fisik (katarak) sebagai alasan mengemis, strategi memberikan surat dan kotak amal kurang mampu. Pengemis dengan teori dramaturgi back stage pengemis dengan karakter aslinya sebagai masyarakat biasa, pengemis biasanya memiliki rumah baik milik sendiri dan sebagian lagi menyewa rumah, mereka berinteraksi dan berbicara santai kepada sesama masyaarakat pengemis juga memiliki pakaian, makanan yang layak, kaum laki-laki merokok dan duduk di warung kopi, pengemis memiliki smartphone,TV, kendaraan bahkan menyimpan uang untuk membeli emas, rumah yang mereka sewa dapat dikatakan sangat layak huni.

Kata Kunci: Dramaturgi, Pengemis, Backsatge, frontstage

The phenomenon of beggars is a social problem that occurs in big cities such as Banda Aceh City. The cause of the current beggars is a person's sense of laziness to work and only wants to get the sympathy or compassion of others. The purpose of this study was to determine the behavior of beggars from the front stage and back stage in the perspective of dramaturgy theory in Banda Aceh City. This study uses the theory of Erving Goffman (1959). Qualitative research with a case study approach that intends to describe the results of the study and seeks to find a comprehensive picture of the state of beggar behavior in front of the stage and backstage. Methods of data collection using interviews and observation. The results of this study show that the dramaturgy of the beggar's front stage shows his side when in front of the public where he works by dressing modestly and shabbyly, especially the women using a headscarf and robe that look worn out, and for the men using a skullcap or cap, causing physical weakness (cataracts). ) as an excuse to beg, the strategy of giving letters and charity boxes to the underprivileged. Beggars with the theory of dramaturgy back stage beggars with their original characters as ordinary people, beggars usually have their own good houses and some rent houses, they interact and talk casually to fellow community beggars also have clothes, proper food, men smoke and sitting in a coffee shop, beggars have smartphones, TVs, vehicles and even save money to buy gold, the house they rent can be said to be very livable. Keywords: Dramaturgy, Beggars, Backsatge, frontstage

Citation



    SERVICES DESK