<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96799">
 <titleInfo>
  <title>PERILAKU PENGEMIS DALAM PERSPEKTIF DRAMATURGI (STUDI KASUS PENGEMIS DI KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FITRI YUHANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena pengemis adalah masalah sosial yang terjadi di kota-kota besar seperti Kota Banda Aceh. Penyebab adanya pengemis saat ini adalah rasa malas seseorang untuk bekerja serta hanya ingin mendapatkan simpati atau belas kasihan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pengemis dari panggung depan dan panggung belakang dalam perspektif teori dramaturgi di Kota Banda Aceh. &#13;
Penelitian ini menggunakan teori Erving Goffman (1959). Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bermaksud mendeskripsikan hasil penelitian dan berusaha menemukan gambaran menyeluruh mengenai keadaan prilaku pengemis di depan panggung dan belakang panggung. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. &#13;
 	Hasil penelitian ini dramaturgi front stage pengemis memperlihatkan sisinya ketika dihadapan publik tempat ia bekerja dengan berpakaian sopan dan lusuh, utamanya para wanita menggunakan kerudung dan baju gamis yang sudah terlihat usang, dan bagi pihak laki-laki menggunakan kopiah atau peci,  menjadikan kekuarang fisik (katarak) sebagai alasan mengemis, strategi memberikan surat dan kotak amal kurang mampu. Pengemis dengan teori dramaturgi back stage pengemis dengan karakter aslinya sebagai masyarakat biasa, pengemis biasanya memiliki rumah baik milik sendiri dan sebagian lagi menyewa rumah, mereka berinteraksi dan berbicara santai kepada sesama masyaarakat pengemis juga memiliki pakaian, makanan yang layak, kaum laki-laki merokok dan duduk di warung kopi, pengemis memiliki smartphone,TV, kendaraan bahkan menyimpan uang untuk membeli emas, rumah yang mereka sewa dapat dikatakan sangat layak huni.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Dramaturgi, Pengemis, Backsatge, frontstage&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIAL PROBLEMS - WELFARE</topic>
 </subject>
 <classification>362.042</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96799</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-31 11:06:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 16:04:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>