<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96795">
 <titleInfo>
  <title>PENGUKURAN MORFOLOGI CALCANEUS UNTUK PERANCANGAN PELAT IMPLAN MENGGUNAKAN METODE REVERSE ENGINEERING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHAFIRA NURRIZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Calcaneus atau yang disebut tulang tumit merupakan bagian tulang yang berfungsi untuk menyangga berat badan. Saat ini penanganan kasus pada bagian tulang calcaneus di Indonesia hanya dapat dilakukan melalui rehabilitasi, yaitu pemasangan plat implan yang harus diimpor dari luar negeri. Namun, kelemahan pada plat implan tersebut yaitu dari segi morfologi yang berbeda dengan morfologi tulang calcaneus masyarakat Indonesia. Maka diperlukan adanya penyesuaian terhadap perancangan pelat implan yang disesuaikan dengan morfologi masyarakat di Indonesia sehingga pasien dapat merasa aman dan nyaman ketika menggunakan alat tersebut. Maka, untuk mencapai tingkat kepresisian dengan geometri orisinal struktur tulang, diperlukan metode Reverse Engineering yaitu untuk pengukuran 2D dan 3D pada morfologi tulang yang berasal dari 64 sampel tulang dari 21 pasien pria dan 11 pasien wanita. Berdasarkan hasil dari pengukuran tersebut dilakukan uji validitas dan reabilitas untuk mengetahui tingkat validitas dari penelitian ini serta melakukan perhitungan statistik deskriptif untuk melihat perbedaan antara tulang calcaneus berjenis kelamin pria dan wanita. Hasil yang diperoleh dari pengukuran tersebut adalah valid dan metode pengukuran yang reliabel serta adanya perbedaan yang antara tulang calcaneus berjenis kelamin pria dan wanita. Metode pengukuran 3D dikatakan lebih akurat dari metode pengukuran 2D dikarenakan memiliki parameter pengukuran lebih banyak dan hasil dari penelitian ini yang berupa usulan  ukuran geometri tulang calcaneus dapat digunakan sebagai perancangan pelat implan bagi masyarakat Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INDUSTRIAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>670</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96795</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-31 08:48:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 16:17:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>