PENGUKURAN MORFOLOGI CALCANEUS UNTUK PERANCANGAN PELAT IMPLAN MENGGUNAKAN METODE REVERSE ENGINEERING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGUKURAN MORFOLOGI CALCANEUS UNTUK PERANCANGAN PELAT IMPLAN MENGGUNAKAN METODE REVERSE ENGINEERING


Pengarang

SHAFIRA NURRIZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Irwansyah - 197609182002121004 - Dosen Pembimbing I
Suhendrianto - 197712092006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1704106010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

670

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Calcaneus atau yang disebut tulang tumit merupakan bagian tulang yang berfungsi untuk menyangga berat badan. Saat ini penanganan kasus pada bagian tulang calcaneus di Indonesia hanya dapat dilakukan melalui rehabilitasi, yaitu pemasangan plat implan yang harus diimpor dari luar negeri. Namun, kelemahan pada plat implan tersebut yaitu dari segi morfologi yang berbeda dengan morfologi tulang calcaneus masyarakat Indonesia. Maka diperlukan adanya penyesuaian terhadap perancangan pelat implan yang disesuaikan dengan morfologi masyarakat di Indonesia sehingga pasien dapat merasa aman dan nyaman ketika menggunakan alat tersebut. Maka, untuk mencapai tingkat kepresisian dengan geometri orisinal struktur tulang, diperlukan metode Reverse Engineering yaitu untuk pengukuran 2D dan 3D pada morfologi tulang yang berasal dari 64 sampel tulang dari 21 pasien pria dan 11 pasien wanita. Berdasarkan hasil dari pengukuran tersebut dilakukan uji validitas dan reabilitas untuk mengetahui tingkat validitas dari penelitian ini serta melakukan perhitungan statistik deskriptif untuk melihat perbedaan antara tulang calcaneus berjenis kelamin pria dan wanita. Hasil yang diperoleh dari pengukuran tersebut adalah valid dan metode pengukuran yang reliabel serta adanya perbedaan yang antara tulang calcaneus berjenis kelamin pria dan wanita. Metode pengukuran 3D dikatakan lebih akurat dari metode pengukuran 2D dikarenakan memiliki parameter pengukuran lebih banyak dan hasil dari penelitian ini yang berupa usulan ukuran geometri tulang calcaneus dapat digunakan sebagai perancangan pelat implan bagi masyarakat Indonesia.

Calcaneus, also known as the heel bone, is a part of the bone that supports body weight. Currently, the handling of cases on calcaneus bone in Indonesia can only be done through rehabilitation, namely the installation of implant plates that must be imported from abroad. However, the weakness of the implant plates imported lies in the morphology of the plates which is different from the morphology of calcaneus bone of the Indonesian people. Thus, it is necessary to make adjustments to the design of implant plates suitable to the morphology of the people in Indonesia to have patients feel safe and comfortable while using the implants. This study was carried out using the Reverse Engineering method. This method uses 2D and 3D measurements of bone morphology derived from 64 bone samples from 21 male patients and 11 female patients. The results obtained from these measurements are valid and reliable, and it is shown that there are differences of the calcaneus bones between the male and female sexes in terms of average sizes. The 3D measurement method is indicated to produce more accurate results than 2D measurement method because it has more measurement parameters. The results of this study are proposed calcaneus bone geometry sizes that can be used as an implant plate design for the people of Indonesia.

Citation



    SERVICES DESK