<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96789">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PENYEBAB KEGAGALAN POROS BUBUNGAN MOBIL JENIS SUV (SPORT UTILITY VEHICLE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DESKI MUNANDAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Poros bubungan merupakan komponen mesin yang memiliki fungsi sebagai pengatur interval buka dan tutup katup bahan bakar pada silinder. Perpatahan telah terjadi pada poros bubungan mesin dengan sistem bukaan katup tipe SOHC (Single Over Head Camshaft) setelah beroperasi selama 17 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kegagalan poros bubungan tersebut secara eksperimen meliputi pengujian kekerasan penampang poros bubungan, pengecekan komposisi kimia material serta pengamatan permukaan patah dengan SEM (Scanning Electro Microscope). Hasil yang diperoleh dari pengujian ekperimental digunakan untuk simulasi numerik metode elemen hingga. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukan poros bubungan terbuat dari besi cor kelabu sesuai standar ASTM A48. Berdasarkan nilai kekerasan, poros bubungan memiliki sifat mekanik lebih lunak dari standar dimana nilai kekerasan standar 91 HRB sedangkan hasil pengujian berkisar 87,2-90,6 HRB. Pengamatan permukaan patah menggunakan SEM terlihat adanya cacat pengecoran dan juga terindikasi ada retakan awal yang disertai juga dengan perambatan retak. Simulasi numerik dengan memberikan cacat awal pada model menghasilkan konsentrasi tegangan diarea patahan sebesar 248,9 MPa. Tegangan ini lebih besar dari kekuatan tarik material sehingga mengakibatkan kegagalan poros bubungan. Perhitungan faktor intensitas tegangan diujung retak (K1) lebih besar dari ketangguhan retak (K1c) material yang menjadi akibat perambatan retak. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegagalan poros bubungan akibat terjadinya keausan dan juga cacat pengecoran sehingga terjadi konsentrasi tegangan yang melebihi batas aman material.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VEHICLES - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>629.046</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96789</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-30 23:08:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-03 16:28:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>