<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96744">
 <titleInfo>
  <title>STUDI POLA DAN KEDALAMAN GERUSAN PADA HILIR KOLAM OLAKAN MODEL FISIK BENDUNGAN KRUENG KLUET</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AGUSTIAN PRAYUDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh Selatan merupakan daerah di Provinsi Aceh yang rawan terjadinya banjir. Salah satu upaya pemerintah yaitu pembangunan Bendungan Krueng Kluet, Kabupaten Aceh Selatan. Bendungan Krueng Kluet terdapat beberapa bangunan pelengkap, salah satunya bangunan pelimpah. Komponen yang terdapat pada bangunan pelimpah yaitu mercu, saluran transisi, saluran peluncur, dan bangunan peredam energi. Tipe kolam olak di bendungan Krueng Kluet adalah USBR III. Peninggian muka air karena adanya pembendungan di mercu pelimpah mengakibatkan adanya terjunan sehingga terjadi perubahan energi yang cukup besar ketika air melewati mercu pelimpah. Perubahan aliran dari superkritis ke subkritis menyebabkan terjadinya loncatan hidrolik Loncatan hidrolik menyebabkan adanya gerusan di hilir kolam olakan sehingga dapat menurunkan kestabilan bangunan bendungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik aliran yang terjadi di kolam olakan serta pengaruhnya terhadap pola dan kedalaman gerusan di hilir kolam olakan. Metode penelitian ini berupa model fisik tak distorsi dengan skala 1:60 yang dibangun di Laboraturium Hidraulika Model Teknik Sungai dan Pantai Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Variasi debit yang dialirkan yaitu Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100th dan Q1000th. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah tinggi muka air, kecepatan aliran, loncatan hidrolik, dan kedalaman gerusan. Hasil yang diperoleh yaitu pola dan kedalaman gerusan sangat dipengaruhi oleh karakteristik aliran dimana semakin besar karakteristik aliran maka gerusan yang terjadi juga akan semakin besar. Pola gerusan pada semua variasi debit cenderung konsisten membentuk pola yang sama, yaitu gerusan terjadi pada bagian tengah sementara pada bagian sisi kiri dan kanan hilir kolam olakan terjadi penumpukan sedimen. Kedalaman gerusan terkecil terjadi pada variasi debit Q2th sebesar 5,76 m dan kedalaman gerusan terbesar terjadi pada variasi debit Q1000th sebesar 14,82 m.&#13;
&#13;
Kata Kunci: 	Bendungan Krueng Kluet, model fisik, karakteristik aliran, pola dan kedalaman gerusan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DAMS</topic>
 </subject>
 <classification>627.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96744</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-30 12:32:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-05 10:24:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>