<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96671">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARHAN AFNAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan material getah karet dilakukan dalam rangka pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbaharui terhadap penggunaan infrastruktur perkerasan jalan lentur di Indonesia. Seiring berjalannya waktu keawetan dan kemampuan aspal beton semakin berkurang salah satu kasus penyebabnya adalah tumpahan produk minyak bumi khususnya bensin, solar, dan oli yang tumpah dari kendaraan yang melintas sehingga dapat mengurangi umur rencana. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan sebuah penelitian terhadap pengaruh tumpahan produk minyak bumi tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik campuran aspal penetrasi 60/70 yang disubstitusikan dengan getah karet 7% sebagai bahan aditif dan filler fly ash yang dapat meningkatkan kualitas campuran laston lapis aus (AC-WC) selama masa perendaman dengan produk minyak bumi. Fly ash menjadi salah satu alternative pengganti filler dengan memanfaatkan hasil limbah batu bara. Tahap awal penelitian ini dengan mencari Kadar Aspal Optimum (KAO), selanjutnya pembuatan benda uji dengan penambahan getah karet sebesar 7% terhadap berat aspal. Setelah (KAO) diperoleh kemudian dilakukan pembuatan benda uji dengan rendaman bensin, solar, dan oli dengan durasi perendaman 3,5 dan 7 menit yang di uji melalui Marshall Test. Dari penelitian diperoleh nilai stabilitas pada benda uji yang disubstitusi 7% getah karet tanpa perendaman produk minyak bumi sebesar 1343,02 kg. Pada benda uji dengan perendaman produk minyak bumi terjadi penurunan nilai stabilitas yang sangat signifikan semakin lamanya durasi perendaman maka semakin buruk angka stabilitas yang didapatkan hanya perendaman oli 3 menit yang memenuhi spesifikasi yaitu ≥ 1000 kg. Nilai durabilitas yang diperoleh dari campuran menggunakan aspal penetrasi 60/70 yang disubstitusi 7% getah karet dan dilakukan perendaman dengan oli yaitu ≤ 90 tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 revisi 2 (2020).&#13;
&#13;
Kata Kunci: Getah Karet 7%, Aspal penetrasi 60/70, Perendaman Produk Minyak Bumi, Laston lapis aus (AC-WC).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96671</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-29 15:36:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-30 10:40:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>