<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96608">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS NONGKRONG DI PANTAI SEBAGAI GAYA HIDUPRN(STUDI PADA PENGUNJUNG SUNSET SURF CAFé LHOKNGA ACEH BESAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMATURRAHMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>fakultas Fisipol (S1)</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
ABSTRAK &#13;
 &#13;
Seiring perkembangan era kehidupan dalam masyarakat, gaya hidup pun menjadi&#13;
lebih berkembang. Salah satu perkembangan gaya hidup saat ini adalah kebiasaan&#13;
nongkrong di kafe (Ahmad, 2017 : 2-5). Kegiatan nogkrong di kafe tersebut&#13;
merupakan salah satu bentuk gaya hidup yang baru. Dengan seiring perkembangan&#13;
zaman, model gaya hidup di kalangan masyarakat Aceh semakin berubah.&#13;
Nongkrong di warung kopi yang awalnya merupakan bentuk budaya masyarakat&#13;
Aceh, tetapi dengan adanya modifikasi budaya menyebabkan timbulnya model&#13;
gaya hidup yang baru yaitu nongkrong di kafe. Penelitian ini menggunakan metode&#13;
deskriptif dengan pendekatan kualitatif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada&#13;
penelitian ini menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.&#13;
Penelitian ini memiliki enam responden dengan berbagai kriteria, seperti&#13;
pengunjung café pantai, aparat desa, dan sosiolog. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa pengunjung melakukan aktivitas nongkrong untuk kebutuhan eksistensi&#13;
dirinya, menikmati waktu luang, menghilangkan penat dan stress, aparat desa&#13;
menanggapi aktivitas nongkrong ini memang pasti ada dikalangan remaja dan&#13;
apparat desa menyetujui kegiatan nongkrong di pantai dengan catatan harus&#13;
memperhatikan lingkungan dan mengikuti syariat yang berlaku. Pengamat&#13;
sosiologi juga menyetujui kegiatan menongkrong tanpa melihat dari sisi baik dan&#13;
buruknya menongkrong. Tetapi pengamat sosiolog mengamati dari apa yang&#13;
didapatkan saat melakukan aktivitas nongkrong di pantai tersebut. &#13;
Kata Kunci : Aktivitas Nongkrong di Pantai, Gaya Hidup &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96608</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-28 16:24:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-29 09:20:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>