<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96604">
 <titleInfo>
  <title>KEJATUHAN POLITIK DINASTI DI KABUPATEN ACEH TENGGARA RN(STUDI KASUS KEKALAHAN PASANGAN ALI BASRAH – DENNYRN FEBRIAN ROZA PADA PILKADA 2017)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ikhwan Kartiwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Fenomena praktik politik dinasti sudah menjadi budaya politik yang tidak terelakkan (budaya politik familisme). Salah satunya praktik politik yang dibangun di Aceh Tenggara. Selama 2 periode kepemimpinan H. Hassanudin, BMM roda pemerintahan dikuasai oleh sanak family H. Hassanudin bahkan pada pemilukada tahun 2017 pejabat petahana maju dalam Pilkada dengan mengandalkan praktik dinasti politik. Namun, praktik politik dinasti runtuh akibat dari kekalahan pasangan petahana Ali Basrah dan Denny Febrian Roza pada Pilkada 2017. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab jatuhnya dinasti politik di Aceh Tenggara pada Pilkada tahun 2017 dan mengetahui dampak negatif dari praktik politik dinasti yang dibangun di Aceh Tenggara. Untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini menggunakan Teori Klan Politik dan Teori Politik Behavior. Adapun pendekatan penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab jatuhnya dinasti politik di Aceh Tenggara pada Pilkada tahun 2017, antara lain: kejenuhan masyarakat terhadap pemerintahan H. Hassanudin, BMM, masyarakat menginginkan perubahan roda pemerintahan, isu mengenai Ali Basrah bukan putra daerah. Berdasarkan temuan tersebut terdapat 2 (dua) dampak negatif yang ditimbulkan akibat praktik politik dinasti yang dibangun di Aceh Tenggara yaitu terabaikannya hak-hak rakyat dan kaum intelektual di Aceh Tenggara dan hilangnya kebebasan hak memilih dan dipilih masyarakat. &#13;
Kata Kunci : Politik Dinasti, Pilkada 2017 Aceh Tenggara.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>POLITICAL CULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>306.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96604</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-28 16:11:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-05 11:55:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>