<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96497">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INTAN QANITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebanyak 24% populasi dunia terinfeksi kecacingan dengan prevalensi terbanyak ada pada anak usia pra sekolah dan usia sekolah yang tersebar paling luas di Amerika, Cina, Sub-Sahara Afrika, dan Asia Timur. Kecacingan dapat diatasi pengobatan dan pencegahan. Walaupun demikian, pencegahan dinilai sebagai cara yang paling efektif untuk menekan prevalensi kecacingan. Pencegahan dapat terjadi apabila masyarakat memiliki pengetahuan yang baik. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tentang kecacingan dan pencegahannya adalah dengan melakukan penyuluhan kesehatan, misalnya dengan menggunakan video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan menggunakan video animasi terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan kecacingan pada siswa sekolah dasar di Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (Quasi experiment) dengan Non-Equivalent Kontrol Group (Pretest Posttest) design. Responden penelitian ini sebanyak 120 orang dengan stratified random sampling dari 6 sekolah dasar di Banda Aceh yang diacak. Penelitian ini menunjukkan bahwa video animasi efektif untuk penyuluhan yang ditunjukkan dengan terdapat perbedaan mean pengetahuan pencegahan kecacingan antara kelompok video animasi dan kelompok ceramah pada siswa sekolah dasar (p value</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96497</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-24 16:31:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-24 16:39:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>