<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96441">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DAN MINAT BACA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH TERHADAP PROTOKOL ISOLASI MANDIRI COVID-19</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYAWELLEONY RANIA ZHUSTO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengetahuan masyarakat menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap protokol isolasi mandiri COVID-19. Terdapat  beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang, diantaranya sumber informasi dan minat baca. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sumber informasi dan minat baca dengan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap protokol isolasi mandiri COVID-19. Jenis penelitian ini adalah analitik obserasional dengan pendekatan cross-secional. Jumlah sampel 97 orang masyarakat Gampong Kota Baru. Pengambilan data menggunakan metode self-assesment menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 72,2%  responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 21,6% cukup, dan 6,2% kurang. Penggunaan internet sebagai sumber informasi sebanyak 53,6%, diikuti televisi sebanyak 32,1%, petugas kesehanatan/kader 5,2%, media cetak 4,1% dan keluarga 4,1%. Sedangkan sebanyak 76,3% responden memiliki minat baca sedang, 12,4 % minat baca tinggi, dan 11,3% minat baca kurang. Uji korelasi Lamda dan uji korelasi Somers’d menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sumber informasi (p=0,041, r=0,148) dan minat baca (p=0,002, r=0,356) dengan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap protokol isolasi mandiri COVID-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedepannya internet dapat digunakan sebagai perantara dalam menyampaikan informasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEALTH - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>613</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96441</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-23 20:22:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-13 09:57:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>