<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96392">
 <titleInfo>
  <title>KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS KERAMBA JARING APUNG DI WILAYAH PERAIRAN DANAU TOBA (ANALISIS EKOFENOMENOLOGI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IQBAL FACHREZA LINGGA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keramba Jaring Apung (KJA) merupakan tempat pemeliharaan ikan yang terapung di permukaan air. KJA merupakan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat disekitar Danau Toba terkhusus di desa Haranggaol yang sudah mencapai sekitar 7000 keramba. Namun, banyaknya aktivitas dari KJA tersebut telah membuat kualitas air Danau Toba menjadi buruk yang diakibatkan oleh buruknya tata kelola KJA seperti pemberian pakan yang berlebih,pembuangan ikan mati dan feses ikan yang telah terkontaminasi oleh pakan pelet yang mengandung bahan kimia. Pemerintah Daerah dalam menanggapi hal tersebut belum mengeluarkan peraturan khusus untuk mengatur tentang KJA dan menggambarkan bahwa pemerintah daerah bersikap tidak peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kerusakan lingkungan jangka panjang yang dapat menyebabkan menurunnya keuntungan ekonomi masyarakat di wilayah Danau Toba dan untuk mengidentifikasi kebijakan pemerintah daerah terhadap aktivitas keramba jaring apung di wilayah danau toba. Penelitian ini menggunakan teori Green Politics dan Etika lingkungan Ekofenomenologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa jika tetap dipertahankannya kerusakan lingkungan akibat aktivitas KJA dapat menyebabkan danau sebagai wadah untuk KJA sudah tidak layak pakai dan dapat menurunkan keuntungan ekonomi masyarakat dan belum adanya kebijakan khusus yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk mengatur KJA sehingga menciptakan kondisi yang tidak seimbang antara manusia dan alam. Disarankan kepada pemerintah daerah untuk mengeluarkan kebijakan khusus untuk mengatur KJA agar tetap terjaganya ekosistem danau dan untuk tetap menjaga alam dan tidak mengeksploitasi alam.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Ekofenomenologi, Keramba Jaring Apung, Kerusakan Lingkungan, Green Politics&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96392</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-23 12:58:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-23 14:18:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>