<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96381">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DALAM PENENTUAN  SEKTOR UNGGULAN DI KOTA  SUBULUSSALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sari novita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Analytical Hierarchy Process (AHP) adaJah suatu  proses  pengambilan  keputusan dalarn   penentuan    prioritas    pilihan    dari   berbagai  alternatif  dengan    kriteria majemuk.  AHP tidak hanya membantu  para pengambil keputusan  untuk mencapai keputusan  yang paling tepat, namun AHP juga dapat memberikan  penjelasan  yang rasional mengapa  keputusan  tersebut  adalah  yang  paling tepat.  Penggunaan  AHP dimulai dengan  membuat  struktur  hirarki  dari  permasalahan   yang  ingin diteliti. Matriks   perbandingan  berpasangan  digunakan   untuk  membentuk   hubungan   di dalam struktur.  Pada matriks  perbandingan  berpasangan  tersebut akan dicari bobot dari  tiap-tiap  kriteria  dengan  menormalkan   data  dari  pendapat responden. Nilai eigen  maksimum dan vektor  eigen yang dinormalkan  akan  diperoleh  dari matriks ini.  Pada proses  menentukan   faktor  pembobotan   hirarki  maupun  faktor  evaluasi, uji  konsistensi   dilakukan.  Penerapan   AHP   dalam   penelitian   ini  adalah   untuk menentukan sektor unggulan  di Kota Subulussalam. Analisis dilakukan  terhadap  5 (lima) kecamatan di Kota Subulusslam yaitu Kecamatan  Longkib, Penanggalan, Rundeng,   Simpang   Kiri  dan  Sultan   Daulat.  Hasil  analisis   AHP   menunjukkan bahwa  sektor  unggulan  didominasi oleh  sektor  perkebunan  dan tanaman  pangan, kemudian   diikuti  oleh  sektor   perdagangan   dan  peternakan.    Sedangkan   sektor lainnya   adalah    sektor   pariwisata,    kehutanan,   angkutan,    pertambangan    dan perikanan.&#13;
&#13;
Kata  kunci  :     Analytical Hierarchy  Process  (AHP),   struktur  hirarki,   matriks perbandingan  berpasangan,  sektor unggulan&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MATHEMATICAL ANALYSIS</topic>
 </subject>
 <classification>515</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96381</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-23 11:57:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-01-20 09:25:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>