<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96379">
 <titleInfo>
  <title>KOMPARASI MODEL TIKUS DIABETES:</title>
  <subTitle>PRELIMINARY STUDY</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andika Ari Syahputra Hsb</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Prevalensi kejadian Diabetes Melitus (DM) terus mengalami peningkatan seiring pertambahan usia dan diprediksi mencapai 578 juta pada tahun 2030. DM merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dan toleransi glukosa terganggu, sehingga menyebabkan kekurangan insulin, serta kelemahan keefektifan peran insulin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan berbagai model hewan diabetes dengan induksi diabetes menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen laboratorik dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan metode pretest-posttest control group design dengan melibatkan 11 ekor tikus Wistar sebagai subjek uji dan dibagi menjadi empat kelompok. Hasil menunjukkan dijumpai peningkatan kadar glukosa darah pada kelompok hewan coba yang diinduksi DM dan terjadi penurunan berat badan pada kelompok yang diinduksi diabetes. Tikus diabetes yang kadar glukosa darahnya tetap tinggi sampai 14 hari adalah tikus yang diinduksi dengan streptozotosin (STZ). Data kadar glukosa dan berat badan dianalisis menggunakan uji analysis of variance (ANOVA) one way dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil menunjukkan adanya perbedaan nyata (p&gt;0,05) antar kelompok perlakuan. Penelitian mengenai diabetes dan resistensi insulin terus dilakukan dengan tujuan menemukan strategi yang tepat dalam pengobatan penyakit metabolisme. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemodelan hewan coba yang keadaannya sesuai dengan penyakit yang terjadi pada manusia untuk mendapatkan gambaran pola yang mirip dengan manusia.&#13;
&#13;
Kata kunci: Aloksan, model hewan Diabetes Melitus, nikotinamid, streptozotosin (STZ)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96379</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-23 11:47:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-23 12:05:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>