<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="96351">
 <titleInfo>
  <title>PENGONTROLAN SISTEM IRIGASI CURAH (SPRINKLER) PADA TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) MENGGUNAKAN PLATFORM BLYNK BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dera Vara Della</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Bawang Merah merupakan tanaman semusim yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam membudidayakan tanaman Bawang Merah terlebih dahulu harus mengetahui karakteristik Bawang Merah itu sendiri. Tanaman Bawang Merah tidak tahan terhadap genangan atau tanah yang becek. Oleh karena itu, waktu tanam yang paling baik untuk menanam Bawang Merah ialah pada musim kemarau. Akan tetapi, harus dilengkapi dengan sistem pendistribusian air yang baik agar tanaman Bawang Merah tidak kekurangan air. Pada umumnya, petani melakukan pemberian air ketanaman menggunakan metode irigasi konvensional. Metode irigasi konvensional, kurang mampu untuk melakukan pemberian air yang tepat, cepat dan seragam. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu beralih ke irigasi bertekanan yang efisiensi penyaluran airnya yang lebih tinggi yang terintegrasi dengan internet dan smarthphone menggunakan aplikasi Blynk agar dapat dikontrol dari jarak jauh dan efisien dari segi waktu. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu Pengontrolan Sistem Irigasi Curah pada Tanaman Bawang Merah menggunakan Blynk Berbasis Internet Of Things (IoT) dapat berjalan dengan baik sesuai fungsinya. Aplikasi Blynk mampu membaca nilai kelembaban tanah, suhu, kelembaban udara dan debit air serta mampu melakukan penyiraman sesuai dengan tingkat kelembaban tanah yang diinginkan. Penyiraman berdasarkan nilai kelembaban tanah yang dibaca sensor kapasitif v1.2 berhasil dilakukan dengan bantuan relay sebagai saklar untuk menjalankan hidup dan mati pompa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>96351</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-23 00:34:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-23 09:52:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>